Muhammadiyah Pamekasan Gelar Pelatihan Program UBAH

oleh

PAMEKASAN|DutaIndonesia.com –Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Pamekasan menggelar  pelatihan “Perubahan Perilaku dan Lokakarya Perencanaan Program di Sekolah Referensi ”, selama empat hari mulai Jum’at (29/10/21)  di Odaita Hotel Jalan Raya Sumenep No. 88 Pamekasan.

MDMC Pamekasan sebagai Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) milik Muhammadiyah yang berdiri sejak November 2019,  mendapat kepercayaan dari LPB Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai pelaksana program UBAH (Usaha Berubah Hadapi Covid-19).

Program ini merupakan Kemitraan antara Australia dan Indonesia dalam kesiapsiagaan bencana,  melalui Muhammadiyah. Di antara kegiatannya dikemas dalam program pelatihan perubahan perilaku dan lokakarya perencanaan program di sekolah.

Ketua MDMC Pamekasan Hendri Masduki mengatakan di Pamekasan sekolah referensinya adalah SMA Muhammadiyah 1 Pamekasan yang meliputi guru dan tenaga kependidikan lainnya sebanyak 25 peserta, terdiri dari 14 perempuan dan 11 laki-laki. 

“Kegiatan ini akan dilakukan secara berkesinambungan selama 3 bulan, mulai Oktober hingga Desember 2021, dengan model pendampingan pada guru, tenaga kependidikan dan peserta didik,” kata Hendri, yang juga  Manajer Area Pamekasan program UBAH di Pamekasan.

Setelah di SMA  Muhammadiyah 1 Pamekasan, kata Hendri, kegiatan selanjutnya diadakan pelatihan dan pendampingan pada Guru, tenaga kependidikan dan peserta didik di SMA Negeri 1 Pamekasan,  sebagai sekolah replikasi yang rencananya akan dilaksanakan mulai Januari hingga Maret 2022.   

“Dengan kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam hal perubahan perilaku bagi warga sekolah khususnya dalam penyelengggaraan pendidikan dan pengajaran di-tengah pandemic Covid – 19 dengan tetap menjalankan protokol kesehatan,” jelasnya.

Program penanganan kebencanaan yang menjadikan Covid-19 sebagai laboratorium kasus, khususnya pada  satuan pendidikan, lanjut Hendri, dalam jangka panjangnya diharapkan nantinya menjadi awal terbentuknya Sekretariat Bersama Satuan Pendidikan Aman (SBPA). 

Program ini diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun 2019 tentang Program Satuan Pendidikan Aman Bencana. Program ini penting melibatkan semua stakeholder pendidikan pemerintah maupun non pemerintah, seperti Dewan Pendidikan, Dikdasmen Muhammadiyah, PGRI, LP Ma’arif NU.

Dalam program UBAH ini agenda selanjutnya akan dilaksanakan pelatihan lanjutan yang melibatkan pemangku kepentingan yang terdiri dari berbagi instansi dan atau organisasi, dalam rangka menghasilkan regulasi dalam penanganan Covid-19 pada sektor pendidikan.  

Pelatihan ini dibuka oleh Bapak Dede Sumarno perwakilan dari LPB PP Muhammadiyah. Dihadiri Ketua PDM Pamekasan D. Ali Taufik, Slamet Gustiantoko Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Pamekasan dalam kapasitasnya sebagai pemateri tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan Program Pengajaran dalam Darurat Covid19. (mas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.