Warga Berburu Minyak Goreng, Tak Mau Antre, Langsung Berebut di Larisso Jember

oleh

JEMBER|DutaIndonesia.com – Warga Jember berburu minyak goreng yang masih langka di daerah ini. Warga panik tidak bisa mendapat minyak goreng, khususnya mereka yang berjualan makanan.

Hal itu tampak saat warga mendengar bahwa sebuah pusat perbelanjaan menyediakan minyak goreng. Mereka langsung menyerbu pusat perbelanjaan tersebut. Bahkan, warga saling dorong hanya demi memperoleh minyak goreng. Seperti terekam dalam video yang beredar di media sosial.

Sabdo Adi Setiawan, pemilik pusat perbelanjaan Larisso mengakui peristiwa tersebut terjadi di pusat perbelanjaan kepunyaannya yang berada di Kecamatan Kencong. Tepatnya, saat petugas dan pelayan membuka pintu. 

“Ya, benar itu di Larisso Kencong. Kejadiannya kemarin lusa (Selasa, 15 Pebruari 2022). Terjadi karena pembeli tidak mau meski diminta antre, sehingga pas dibuka pintunya langsung masuk saja,” ujar Sabdo, Kamis, 17 Februari 2022. 

Pihak Larisso lantas berupaya mengendalikan warga dengan menertibkan antrean. Pengetatan dengan menempatkan petugas tambahan berlanjut hingga Kamis hari ini. 

“Sekarang, warga mau ditertibkan untuk antre bergantian. Petugas yang berjaga mengatur antrean dengan mendahulukan orang lanjut usia, anak-anak, dan perempuan, kemudian remaja atau orang dewasa,” jelas Sabdo. 

Larisso punya 3 gerai di Kencong, Ambulu, dan Balung. Masing-masing gerai tersedia 3.000-6.000 liter per hari. 

Adapun harga minyak goreng senilai Rp14.000 per liter yang berlaku untuk semua merek. Tiap warga hanya diperkenankan membeli 2 liter tiap hari. 

Sabdo meyakinkan, pihaknya langsung segera memperjual-belikan minyak goreng seketika mendapat barang dari supplier. 

“Kami selalu terbuka tidak mau menimbun. Setiap kali dikirim supplier langsung dijual. Hanya yang kami harapkan semua pembeli bersedia antre agar tertib,” pungkas Sabdo. 

Sekretaris Komisi B David Handoko Seto mengingatkan tentang larangan bagi siapapun menimbun minyak goreng, karena penimbunan berakibat menyusahkan masyarakat. 

“Minyak goreng jangan sampai ditimbun. Kami terus pantau, dan mohon jika masyarakat menemukan penimbunan segera melapor ke pihak berwenang,” tuturnya. (Ndc/Sut)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.