Pedagang Tempe Stop Jualan Mulai Besok, Kopti Mogok Mulai Senin

oleh

SIDOARJO|DutaIndonesia.com – Pedagang tempe di pasar Sidoarjo sudah memberitahu pelanggannya bahwa mereka tidak berjualan mulai Sabtu 19 Februari 2022 besok karena produsen tempe mogok. Penjual tempe menyarankan membeli tempe lebih banyak untuk persediaan selama tiga hari.

“Besok tidak jualan tempe. Para pembuat tempe mogok mulai besok,” kata seorang penjual tempe di Pasar Bluru Kidul Sidoarjo Jumat (18/2/2022).

Namun pedagang tempe di Pasar Kopro Tanjung Duren, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat bakal berhenti jualan selama tiga hari  mulai hari Senin (21/2/2022) mendatang.
Hal itu disampaikan Abu (58), pedagang tempe di Pasar Kopro. Dia mengaku sudah mendapat surat edaran dari koperasi produsen tahu tempe Indonesia (Kopti) terkait mogok produksi dan berjualan pada Senin depan tersebut.

Dia pun mengikuti aturan dari persatuan pedagang dan produsen tahu tempe tersebut demi menurunkan harga kacang kedelai.

“Saat ini harga kacang kedelai perkuintalnya sudah Rp, 1.100.000, tadinya cuma Rp 500.000, ada kenaikan harga terus menerus,” katanya, Jumat (18/2/2022).

Abu hanya menjual tempe saja tanpa ada tahu di lapaknya yang berada di lantai dua pasar tersebut.

Lapak milik Abu panjang sekitar 1,5 meter dan terdapat tumpukan daun pisang yang ternyata juga dijual ke pengunjung.

Satu lembarnya ia hargai Rp 1.000 dan masyarakat bisa membeli minimal Rp 2.000.

“Ya palingan kalau libur tiga hari jualannya daun pisang saja,” jelas Abu.

Meski kacang kedelai sudah mahal, Abu tidak menaikkan harga tempe ke para pembelinya yang datang ke pasar.

Hal itu supaya para pelanggannya tidak lari ke tempat lain, maka ia tidak berani naikan harga jual. (wk/nas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.