Tahun Ini Nelayan Digerojok Bantuan Mesin dan Dilatih Diversifikasi Usaha

oleh

PAMEKASAN|DutaIndonesia.com –Tahun 2022 ini Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pamekasan memiliki sejumlah program unggulan yang sangat dibutuhkan masyarakat nelayan. Di antaranya berbentuk program kegiatan dan juga ada yang berupa bantuan berbagai peralatan untuk kepentingan nelayan.

Kepala DKP Pamekasan Ir Bambang Prayogi MM mengatakan bentuk bantuan peralatan yang akan diberikan antara lain bantuan mesin kapal 24 unit yang diberikan kepada 11 Kelompok Usaha Bersama (KUB), kemudian dispender atau alat deteksi ikan 27 unit. Alat ini direncanakan akan dihibahkan ke 5 KUB se Pamekasan.

Kemudian bantuan jaring 305 unit diberikan kepada tiga KUBE.
Selain itu, kata Bambang, pada tahun ini juga DKP akan bangun tempat pembuatan pakan ikan secara mandiri. Tujuannya untuk mendorong kelompok nelayan bisa menyediakan secara mandiri pakan ikan.

Bantuan ini akan diberikan pada satu kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan), termasuk bantuan peralatan mesinnya.

“Kemudian kita juga akan melakukan pembuatan tempat pembenihan udang bagi Pokdakan. Program ini tujuannya dalam rangka menfasilitasi ketersediaan udang. Terus kita juga melakukan rehabilitasi untuk unit pengelola ikan, insya Allah ini direncanakan di 3 kelompok pengolah ikan sebanyak 3 unit,” tuturnya, Rabu (23/2/2022).

Yang menarik dalam rangka diversifikasi usaha bagi nelayan DKP pada tahun ini akan melakukan pelatihan membatik ecoprint pada saat para nelayan saat paceklik, agar mereka ada aktivitas pekerjaan.

Diversifikasi usaha bagi nelayan berbentuk pelatihan bikin batik ecoprint dengan menggunakan pewarna alami. Juga melakukan pelatihan membuat lulur kulit dan deodorant berbahan garam.

“Pelatihan membatik dengan teknis ecoprint, sudah dilakukan tahun 2021 lalu namun dikembangkan lagi pada tahun ini. Juga ada program mendorong beberapa pengolah bahan makan dari ikan untuk sertifikasi halal. Ini dilakukan karena dengan sertifikasi halal, kemudian produk usahanya bisa dipasarkan secara luas,” ujar Bambang.

Dari berbagai program yang dirancang itu, lanjut Bambang, yang masih program baru adalah bantuan mesin kapal bagi nelayan. Program ini baru dilakukan tahun ini karena sebelumnya gak pernah ada.

Selain itu yang termasuk program baru dan sangat penting bagi masyarakat adalah pelatihan membatik ecoprint dan pemberian alat pemantau kerumunan ikan.

“Tahun ini kita juga mencoba budidaya ikan kerapu cantrang di tambak. Sebelumnya kita sudah melakukan usaha budidaya kakap di air tawar dan kakap di tambak juga. Kemudian kita mendorong beberapa kelompok ini berupaya diversifikasi usaha biar mereka tambaknya ini tidak melulu untuk menghasilkan garam, kita dorong saat garam selesai mereka punya aktivitas lain,” tambahnya.

Menurtu Bambang tahun ini DKP juga mengadakan budidaya rajungan. Dia berharap perkembangannya bagus sehingga kedepan ini nanti lokasinya bisa ditetapkan sebagai kampung kerapu, kampung kakap, kampong rajungan. Sehingga bisa menjadi nilai tambah bagi para masyarakat para petambak, dan tidak hanya tergantung pada komoditas garam saja. (mas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.