Bupati Bangkalan Dukung Penuh Program “Manajer Desa” Bank Mandiri dan AKD Jatim

oleh

BANGKALAN|DutaIndonesia.com – Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron mendukung penuh program Kepala Desa (Kades) Sebagai “Manajer Desa” untuk Bank Mandiri. Program yang semula bernama Kades Agen Bank Mandiri di masing-masing desa Jatim ini hasil kerjasama antara Asosiasi Kepala Desa Jawa Timur (AKD Jatim) dan Bank Mandiri.

Dukungan Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron itu disampaikan dalam acara Launching Agen Mandiri Desa se-Jawa Timur Khusus di Bangkalan yang digelar di Pendopo Agung Kabupaten Bangkalan, Madura, dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, Kamis (24/2/2022). Hadir dalam acara itu selain Bupati, juga sejumlah anggota DPRD setempat, kepala OPD, pengurus Asosiasi Kepala Desa Jatim, pengurus AKD Bangkalan, dan seluruh kepada desa di Bangkalan.

Video Sambutan Bupati Bangkalan dalam acara Launching Kades Sebagai “Manajer” Bank Mandiri.

Dalam kesempatan itu, Bupati mengapresiasi AKD Jatim dan Bank Mandiri yang telah ikut serta dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Bangkalan, baik dalam mendorong pertumbuhan ekonomi maupun kontribusi yang lainnya.

“Launching agen mandiri desa ini merupakan salah satu kontribusi Bank Mandiri dalam membantu mempermudah pelayanan transaksi di Bangkalan. Kami sangat mengapresiasi,” kata Bupati.

Menurut Bupati, konsep Agen Mandiri Desa ini selain mempermudah masyarakat melakukan transaksi juga diharapkan bisa menjadi sarana pencairan bantuan dari pemerintah untuk desa. Untuk itu, kehadiran program tersebut diharapkan mampu menjadi akses masyarakat desa dalam bertransaksi perbankan.

“Kami harap masyarakat juga memanfaatkan keberadaan agen mandiri ini. Karena timbal baliknya juga besar. Dan mungkin akan menjadi salah satu pendongkrak perekonomian masyarakat,” ungkap Bupati.

Bupati juga mengapresiasi program ini sebab merupakan program yang pertama kali di Jatim bahkan di Indonesia. Apalagi AKD Jatim dan Bank Mandiri memilih launching kades agen mandiri digelar pertama kalinya di Kabupaten Bangkalan.

Dengan adanya kemudahan layanan perbankan di desa-desa diharapkan perekonomian desa akan lebih terdongkrak, desanya menjadi maju, dan warganya semakin makmur. “Ekonomi kreatif, UMKM, dan usaha rumahan akan semakin tumbuh,” katanya.

Dalam kesempatan itu para kepala desa yang hadir menandatangani perjanjian sebagai “manajer desa” atau agen Bank Mandiri untuk desanya masing-masing. Dengan demikian, para kades akan menjadi semacam kepala perwakilan Bank Mandiri di desanya masing-masing yang selanjutnya memberi pelayanan perbankan bagi warganya, sehingga warga tidak perlu bersusah payah ke kota untuk melakukan transfer uang dan kebutuhan perbankan lain. “Cukup dilakukan di Pak Klebun (kades),” kata Pembina AKD Jatim Dwi Putranto Sulaksono.

Dalam setiap transaksi, kata Dwi, para kades mendapat bagian dari jasa layanan perbankan yang diberikan oleh Bank Mandiri. Hal ini bila dilakukan secara profesional akan memberikan manfaat yang besar bagi para kades di Jatim, sehingga para kades pun bisa lebih sejahtera. Khususnya dalam menghadapi masa pensiun nanti. “Bila sudah tidak menjabat, masih bisa untuk kehidupan sehari-hari keluarganya,” kata Dwi Putranto Sulaksono.

Dwi mengatakan, kades melayani warganya dengan sepenuh hati. Tidak mengenal waktu. Setiap saat siap bekerja melayani warganya. “Karena itu Kades ini sangat mulia. Tapi banyak kades hidupnya masih belum sejahtera. Apalagi dulu saat saya pertama kali mendirikan AKD Jatim. Sekarang kades sudah semakin diperhitungkan, sudah ada yang jadi bupati, ketua partai, anggota DPRD, juga banyak yang jadi dokter dan lain-lain. Karena itu saya kurang setuju dengan nama agen mandiri sebab begitu mulianya para kades ini, saya usul kalau boleh, namanya diganti manajer desa mandiri,” katanya.

Luhut Siahaan, dari Bank Mandiri, mengaku bangga dengan suksesnya acara launching agen mandiri desa di Kabupaten Bangkalan ini. Dia mengaku berterima kasih kepada Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron dan Pembina AKD Jatim Dwi Putranto Sulaksono sebab momen ini sangat bersejarah. Untuk itu, dalam kesempatan tersebut, Bank Mandiri juga menyerahkan secara simbolik mesin transaksi kepada sejumlah kades.

“Semua transaksi perbankan bisa dilakukan dengan mesin ini. Selanjutnya bisa dengan aplikasi di HP bapak-bapak kades,” katanya. Secara keseluruhan di Jatim, tahap pertama, ada 7.724 kades yang akan menjadi “manajer desa mandiri”. Jumlah ini akan terus bertambah hingga semua kades anggota AKD Jatim menjadi “manajer” bagi Bank Mandiri. (gas)

No More Posts Available.

No more pages to load.