Musda AKD Jatim Dibuka Gubernur, Dwi Putranto Suloksano Beri Fasilitas Para Kades Kembangkan Jiwa Entrepreneurship

oleh
Dwi Putranto Sulaksono, Pembina AKD Jatim, saat memberi penjelasan soal program Manajer Desa Mandiri di hadapan para kades.

“Saya ingin para kepala desa memiliki semacam jaminan hari tua, yang berupa bisnis untuk menjadi bankir atau semacam manajer Bank Mandiri desa.” kata Dwi Putranto Sulaksono, dalam setiap acara sosialiasai Manajer Desa Mandiri di beberapa kabupaten di Jawa Timur.

KOTA BATU|DutaIndonesia.com – Asosiasi Kepala Desa Jawa Timur (AKD Jatim) akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) di Amarta Hills Hotel & Resort, Kota Batu, Rabu (16/3/2022) depan. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dijadwalkan hadir untuk membuka Musda AKD Jatim tersebut.

Pembina AKD Jatim, Dwi Putranto Sulaksono, kepada DutaIndonesia.com, Rabu (9/3/2022), mengatakan, Musda kali ini, yang dilakukan dengan protokol kesehatan ketat, dilakukan bukan hanya untuk memilih ketua definitif AKD Jatim untuk periode berikutnya, tapi juga untuk semakin memajukan dan memakmurkan warga desa. Untuk itu AKD Jatim menggandeng Bank Mandiri meluncurkan program Kades Manajer Desa Mandiri.

“Insya Allah yang membuka Gubernur Jatim,” kata Dwi.

Video Launching perdana program Manajer Desa Mandiri di Kab. Bangkalan.

Dwi Putranto Sulaksono sendiri dapat disebut sebagai inisiator program “Manajer Bank Mandiri Desa” tersebut. Program ini melibatkan 7.724 kepala desa di Jawa Timur. Salah satu mimpinya, yakni menjadikan para kepala desa berdaya dan memiliki  ‘jaminan hari tua’ setelah jabatan berakhir. Tujuan selanjutnya memakmurkan masyarakat desa.

Ya, kepala desa adalah ujung tombak kegiataan pemerintahan paling depan dan langsung bersentuhan dengan masyarakat. Sedangkan di sisi lain, kepala desa juga ujung tombok dari berbagai masalah masyarakat maupun warga desa.  Kades sering kali nomboki alias membantu dana dan tenaga untuk warganya.

Video bagian kedua launching Manajer Desa Mandiri di Kab. Bangkalan.

Para kepala desa yang memiliki latar belakang beragam, seringkali ‘gagap’ menghadapi kenyataan hidup begitu tidak menjabat lagi. Menurut Dwi Putranto Sulaksono, hal itu terjadi karena berbagai sebab dan alasan tertentu. Di antaranya, karena idealisme untuk sepenuhnya memberikan tenaga dan pikiran tercurah untuk pelayanan masyarakat dan pembangunan desa. Karena itu kades tak sempat memikirkan diri dan keluarganya.

“Saya ingin para kepala desa memiliki semacam jaminan hari tua, yang berupa bisnis untuk menjadi bankir atau semacam manajer Bank Mandiri desa,” ujar Dwi Putranto Sulaksono, dalam setiap acara sosialiasai Manajer Desa Mandiri di beberapa kabupaten di Jawa Timur. Begitu pula saat launching Manajer Desa Mandiri yang dihadiri 19 kades se-Kota Batu di Waren Intel Ropang Cafe Jalan Bunga Coklat No 1 Malang , Jawa Timur, Senin 7 Maret 2022 malam. Dwi tampak bersemangat mendorong kades agar lebih mengembangkan kualitas diri lagi.

Untuk itulah, Dwi Putranto berharap para kepala desa juga belajar semangat kewirausahaan atau entrepreneurship dengan bimbingan Bank Mandiri. Sedangkan Bank Mandiri sendiri akan memfasilitasi kredit usaha rakyat (KUR) tanpa jaminan sebesar Rp 50 juta bagi pengusaha mikro dan kecil di desa. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan bagi warga yang ingin mengajukan pinjaman hingga Rp 500 juta, yang tentunya harus ada jaminan dari Pak Kadesnya, bila usahanya semakin berkembang.

Video launching program Manajer Desa Mandiri di Malang.

Ya, hingga kini setidaknya program ‘Manajer Bank Mandiri Desa’ telah disosialisasikan ke belasan kabupaten di Jawa Timur dan ratusan kepala desa telah menandatangani MoU dengan pihak Bank Mandiri dan Pembina AKD Jatim Dwi Putranto Sulaksono.  Sosialisasi diawali di Kabupaten Bangkalan pada 24 Februari 2022, lalu Bojonegoro, Banyuwangi, Situbondo, Lumajang, Malang, Kediri, Tulungagung, dan Batu. Selanjutnya akan terus bergerak hingga menuntaskan 30 kabupaten di Jawa Timur. Saat ini segera akan dilakukan launching di Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

“Sejak saya mendirikan AKD Jatim pada 2003 lalu, saya tidak ingin jadi apa-apa. Tak ingin terlibat politik. Apalagi ingin jadi bupati atau gubernur. Tidak! Saya hanya ingin desa-desa di Jawa Timur makmur dan sejahtera.  Saya juga ingin saudara-saudara saya para kepala desa di Jawa Timur berdaya dan sejahtera. Saya hanya ingin momong cucu,,“ kata Dwi Putranto Sulaksono.

Video launching program Manajer Desa Mandiri di Tulungagung.

Menengok ke belakang, perjuangan AKD Jatim sejak 2003 dan resmi berdiri pada 2005, hingga upaya dialog dengan pemerintah pusat maupun wakil rakyat di DPR RI, dan mendorong lahirnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, memang tak pernah terlepas dari peranan Dwi Putranto Sulaksono. 

Tokoh ini dikenal memfasilitasi ribuan kades ke Jakarta untuk berdialog menuntut Pemerintah agar segera mensahkan UU Desa. Selain itu, melakukan sosialisasi dengan mengudang anggota DPR, pejabat terkait, dan pakar. Hingga akhirnya UU Desa benar-benar disahkan dan membuat warga desa semakin makmur serta kadesnya memiliki bargaining position di mata berbagai pihak, khususnya di dunia politik. Bahkan, ada kades yang akhirnya menjabat bupati, wakil bupati, anggota DPRD, ketua DPRD, ketua parpol, dan lain-lain.

Video penjelasan Pembina AKD Jatim soal Musda dan sejarah AKD Jatim. Semula Musda AKD Jatim akan digelar di Candra Wilwatikta Pandaan 15 Maret, tapi kemudian diundur hari Rabu 16 Maret 2022.

Menurut Dwi, dulu kepala desa hanya menjadi ujung tombak dan ujung tombok. Bahkan saat pemilihan umum  hanya menjadi ‘tukang dorong mobil’, tapi setelah mobil berjalan, para kepala desa ditinggalkan begitu saja. Namun saat dimulai era pemilu presiden, gubernur, dan bupati secara langsung, Dwi Putranto Sulaksono membangkitkan kepala desa untuk melek politik, sekaligus punya daya tawar dalam proses politik.

Tabloid ProDesa yang diterbitkan AKD Jatim untuk promosikan desa.

“Sekarang di Jawa Timur, sudah puluhan kepala desa menjadi anggota DPRD, ketua fraksi DPRD, ketua DPRD, hingga sudah ada yang jadi wakil bupati maupun bupati itu sendiri. Saya senang melihat saudara-saudara saya para kades semakin maju. Kini, dengan program Manajer Desa Mandiri, para kades bisa semakin maju dan makmur, ” ujar Dwi Putranto Sulaksono, senang dan bangga. ( bdh/gas)

Video penjelasan Pembina AKD Jatim.
Tabloid ProDesa yang diterbitkan AKD Jatim.

No More Posts Available.

No more pages to load.