Rumah Singgah/Boutique and Art di New York Semarak dengan Karya Desainer dan UMKM Indonesia

oleh
Vanny Tousignant (paling kiri) bersama para desainer yang mampir ke Rumah Singgah Indonesia Boutique and Art di New York.

NEW YORK|DutaIndonesia.com – Semua produk karya desainer New York Indonesia Fashion Week (NYIFW) dan sejumlah UMKM dari Indonesia dipromosikan di rumah singgah NYIFW. Ruman promosi produk UMKM Indonesia ini bernama Indonesia Boutique and Art.

Rumah singgah Indonesia Boutique and Art, kata pemiliknya yang juga founder dan desainer NYIFW, Vanny Tousignant, sekarang sedikit demi sedikit sudah mulai terisi dengan beberapa produk karya designers dari Indonesia. Ada produk dari Sakamade Boutique, Puta Dino Kayangan dari Tidore, Dr R R Brand dari Papua, Seinaa Hijab, Kaamila Hijabku, Azfael by Dinda, Evoy Production dengan batik Jawa Barat, Sasmita Batik dari Buffalo NY, Mary Indo dengan Ecoprint-nya dari Malang, Matahari Art arek Surabaya yang berdomisili di NY, Cinderella Indonesia dengan produk batik Girl-nya dari Batam.

“Selain itu, ada design saya juga Vanyo Fashion yang menggunakan batik Pamekasan, batik Cirebon, batik Jogja, dan juga tenun Jepara. Ada juga arts dari JP Arts dosen ISBI, Mama Theodora Dosen Unpatti Ambon, dengan designnya yang menggunakan Tenun Tanimbar dan design Jewelriesnya dari sisik ikan, dan ada juga beberapa produk dari UMKM Kalimantan seperti Jewelries, tas. Juga ada beberapa design dari UMKM Solo maupun Jogja. Semua ada di Indonesia Boutique and Art. Kami merangkul dari Sabang sampai Merauke,” kata Vanny yang akan tampil bersama tim NYIFW di Milan Fashion Week, September 2022 mendatang ini.

Baca Juga Berita Terkait: Kejutan Desainer Anita Gathmir di IFA-Week, Membawa Sejarah Amerika di Maluku Utara ke New York

Selain dipromosikan di rumah singgah ini, semua produk karya desainer dan UMKM juga akan dipromosikan di tempat lain saat Vanny Tousignant dan tim NYIFW tampil di berbagai event. Selain produk fashion, seperti batik Toket Pamekasan Madura Jawa Timur, Vanny juga gencar mempromosikan produk UMKM lain. Misalnya produk kopi dari Tidore, Ternate, Halmahera, Maluku Utara. Vanny sendiri berasal dari Maluku.

“Dari Tidore kemarin hanya membawa sedikit produk UMKM-nya di acara International Fashion & Arts Week yang kami adakan. Ada kopi kenari yang mana cukup enak dan minuman dari Ternate, Minuman air Guraka, rasanya mirip wedang jahe, bedanya ada kenari di minuman air Guraka. Sungguh enak,” kata Vanny Tousignant kepada DutaIndonesia.com Rabu (9/3/2022).

Video IFA-WEEK 2022 yang digelar NYIFW.

GURAKA DRINK terbuat dari campuran jahe, gula palm, kayu manis dan kenari. Mengingat efektifnya bagi kesehatan, Gurraka/Wedang Jahe juga dikenal khasiatnya. Di antaranya mempercepat metabolisme tubuh, meningkatkan pencernaan, sebagai antioksidan, menjaga kadar kolesterol dan membantu mengurangi rasa sakit. “Jadi, minuman ini juga menyehatkan,” katanya.

Video bagian 1 Wawancara khusus dengan Vanny Tousignant.

Vanny sendiri mengaku kalau minum kopi instant apa saja harus pakai susu, tetapi kopi yang satu ini saya tidak perlu menambahkan susu, karena menurut saya akan menghilangkan rasa khas- nya, rasa rempah dari Tidore dan menurut saya lebih sehat karena Maluku Utara sejak zaman penjajahan di Indonesia, sudah sangat terkenal dengan rempah- rempahnya seperti Pala dan Cengkih.

“Kopi kenari buatan anak-anak Tidore, Maluku Utara. Bungkusnya nanti saya foto, ketinggalan di rumah Singgah Indonesia Boutique and Art. Kami bangga sebagai anak Maluku dan Indonesia,” katanya. (gas)

Video Vanny dan perajin batik Toket Pamekasan Madura.

No More Posts Available.

No more pages to load.