Ratusan Kades Ber-Musda di Kota Batu, Wagub Emil Dukung Semua Program AKD Jatim

oleh
Wagub Emil berfoto bersama dengan Pembina AKD Jatim Dwi Putranto dan para kades usai acara pembukaan Musda AKD Jatim Rabu malam.

BATU|DutaIndonesia.com – Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menyambut positif Musyawarah Daerah Asosiasi Kepala Desa Jawa Timur (Musda AKD Jatim) yang digelar di Amartha Hills Hotel & Resort Kota Batu Rabu (16/3/2022) malam. Musda AKD Jatim dihadiri sekitar 300 undangan, terdiri atas 120 kepala desa yang merupakan 4 perwakilan kepala desa pengurus AKD dari masing-masing kabupaten/kota, sejumlah pejabat antara lain Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron, Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto, Wakil Bupati Sidoarjo Subandi, Wakil Bupati Sampang H Abdullah Hidayat, Ketua DPRD Ngawi Kusnindar, Ketua Fraksi PDIP Tuban Tulus Setyo Utomo, Kapolres Kota Batu AKBP I Nyoman Yogi Hermawan SIK MSi, dan I Gede Arimbawa, Regional Chief Executif Officer Bank Mandiri Jawa Timur.

Wagub Emil mengatakan, pihaknya mendukung semua program AKD Jatim seperti bumdesmart, lumbung desa modern, dan program-program lain sebab bisa meningkatkan perekonomian desa sekaligus mensejahterakan masyarakat desa. Hal itu juga sejalan dengan program Pemprov Jatim. “Pemprov Jatim menyambut prositif semua program AKD Jatim,” kata Wagub Emil dalam sambutannya.

Pembina AKD Jatim, Dwi Putranto Sulaksono, menegaskan, Musda AKD Jatim tahun ini menjadi titik tolak para kepala desa di Jawa Timur untuk membangun dan semakin memajukan ekonomi serta masyarakat di desanya.

“Assalamualaikum Wr Wb. Saudaraku klebun atau kepala desa anggota AKD Jatim yang saya cintai dan banggakan, 19 tahun lalu, saya mendirikan AKD Jatim bersama sejumlah kepala desa, kini sudah menjadi catatan sejarah, bahwa AKD Jatim telah tumbuh berkembang pesat, bahkan sudah mencetak tokoh-tokoh baru dari kalangan kepala desa, sebagai Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Ketua Fraksi di DPRD, anggota DPRD, ketua partai, dan jabatan penting lain di pemerintahan. Saat ini sudah saatnya semua anggota AKD Jatim, lebih berdaya, lebih bermartabat, dalam mengelola pemerintahan di desanya masing-masing,” kata Dwi Putranto dalam sambutannya.

Musda AKD Jatim kali ini digelar sehari setelah perayaan HUT ke-57 Dwi Putranto. Karena itu, di sela-sela acara Musda, para kepala desa menyerahkan hadiah ulang tahun berupa karikatur Dwi Putranto untuk Sang Pembina sebab sudah berjuang untuk kesejahteraan para kades dan masyarakat desa.

Sebelumnya, sejumlah pejabat tinggi negara juga mengirim ucapan selamat ulang tahun kepada Dwi Putranto dalam bentuk video, antara lain dari Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly, Komandan Kodiklat TNI Letjen TNI Bambang Ismawan SE MM, Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto, Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI M. Untung Suropati, SE, dan Kadiswatpersau Marsekal Pertama TNI Basuki Rochmat. Selain itu ada dari pimpinan universitas ternama di Tanah Air, seperti Prof Dr H Dedi Priyadi DEA Wakil Rektor Bidang SDM dan Kerjasama Universitas Indonesia, Dr H Nazaruddin Malik SE, MSi, Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Prof Dr Ir Moch. Sasmito Djati MS, Wakil Rektor Bidang Perencanaan Kerjasama dan Internasional Universitas Brawijaya Malang dan sejumlah pejabat tinggi lain. Dwi Putranto lahir di Tuban 57 tahun yang lalu.

Lebih jauh Dwi Putranto mengatakan, Musda AKD Jatim ini juga bersejarah sebab sekaligus dilakukan launching Manajer Desa Mandiri yang merupakan program pertama di Indonesia. Program ini sebagai semacam jaminan hari tua (JHT) bagi kades setelah para kepala desa tersebut tidak menjabat lagi.
Untuk itu Dwi akan memberikan kepada 7.724 Kades dari seluruh daerah di Jatim secara personal untuk menjadi manajer desa Bank Mandiri sebagai jaminan hari tuanya kelak.

“Ini secara pribadi yang dapat diturunkan kepada keluarganya,” katanya.

Kalaupun sudah ada keluarga Kades/Bumdes di desanya, kata dia, mereka tetap akan menjadi agen Bank Mandiri. “Ya tetap saya berikan kepada personal 7.724 Kades se-Jatim tanpa terkecuali karena akan lain nanti muatan yang saya berikan kemudian untuk kelengkapannya sebagai ‘one stop services person’ di desanya masing masing,” kata Dwi Putranto.

Selain itu, bapak dua anak itu juga akan memaparkan berbagai program AKD Jatim ke depannya, seperti Bumdesmart. Menurutnya, Bumdesmart akan menjadi dorongan kemajuan ekonomi desa dan para pelaku usaha di desa. Konsep Bumdesmart menampung seluruh hasil produksi dan potensi desa. Bahkan tiap desa bisa saling tukar informasi untuk menopang dengan produksi unggulannya masing-masing, seperti hasil pertanian maupun perkebunan.

“Saya yangmenjamin kepada pihak ketiga semua sistem pelayanan yang akan dibentuk. Dari perbankan, bumdesmart, SPBU desa, kedai obat desa, dan sebagainya,” kata pria kelahiran Tuban itu.

Menurut Dwi Putranto, semua akan dijelaskan saat pembukaan Musda AKD Jatim di hadapan seluruh hadirin. Sebanyak 7.724 desa di Jawa Timur akan sama rata secara kualitas pelayanannya dari A hingga Z. Dia menegaskan, dirinya juga memiliki mimpi dan harapan agar setiap desa memiliki lumbung desa modern (modern rice stockage silo). Jadi nantinya surplus dan minus pangan di setiap desa termonitor dan sekaligus teratasi dengan baik dengan adanya program ini.

“Jangan khawatir saudaraku para kades /klebun se Jatim, sampeyan semua kalau mau ikut alur ini dengan baik , serius dan all out, Insya Allah hari tuanya sampeyan semua nggak akan mbingungi dewe (kebingungan sendiri, Red.),” kata Dwi Putranto.

Sementara itu, Ketua Panitia Musda AKD Jatim, Syaifullah Mahdi (Sandi), menegaskan, bahwa Musda AKD Jatim dihadiri masing-masing empat perwakilan kepala desa dari 30 kabupaten/kota di Jawa Timur. Menurutnya, tema Musda adalah “Dengan AKD Jatim, Kepala Desa Bersatu, Bersama Meraih Kemakmuran Desa” sehingga pas untuk program Jatim Bangkit.

Menurut Syaifullah Mahdi, AKD Jatim bertekad menciptakan kemandirian ekonomi dan kemakmuran desa di seluruh wilayah provinsi Jawa Timur.

Hal serupa dikatakan Ketua AKD Jatim H. Munawar. Kades Rosep Kec. Blega Kab. Bangkalan penerima Madura Award 2021 ini mengharapkan agar program Manajer Desa Mandiri bisa terwujud dengan baik sekaligus untuk memakmurkan desa. “Jadi, warga dan kepala desanya sama-sama makmur. Kami berusaha makmur sejahtera bersama dengan program Manajer Desa Mandiri ini,” katanya. (bdh/gas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.