Kades Juwadi SH Sibuk Sambut Bupati-Wabup ‘Sambung Roso Sobo Deso’

oleh

NGAWI|DutaIndonesia.com – Kepala Desa Warukkalong, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, Juwadi SH, hari-hari ini super sibuk. Selain mengikuti acara Musyawarah Daerah Asosiasi Kepala Desa Jawa Timur (Musda AKD Jatim) di Kota Batu Rabu 16 Maret 2022 kemarin maupun acara-cara AKD Ngawi sendiri, Juwadi juga sibuk mempersiapkan penyambutan Bupati Ngawi Budi Sulistyono dan Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko yang rutin melakukan program Sambung Roso, Sobo Deso.

Yakni program mengunjungi desa-desa untuk melihat kondisi riil warganya sekaligus mencari solusi bagi permasalahan yang dihadapi warganya tersebut. Dalam waktu dekat ini, Bupati dan Wakil Bupati Ngawi melakukan Sambung Roso Sobo Deso di Desa Warukkalong, sekaligus menginap di rumah salah satu warga desa tersebut. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis malam minggu depan.

“Setiap hari Kamis hingga Jumat kalau tidak ada hal yang lebih penting, Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, dan bapak-bapak anggota Dewan dapil setempat melakukan sambang desa dan bermalam dengan kemasan Subuh Bergerak. Untuk minggu depan kebetulan dijadwalkan di desa kami. Kami tentu melakukan persiapan penyambutan Beliau-Beliau yang sambang ke desa kami untuk tujuan membangun desa kami. Secara kebetulan, minggu depan ada pula acara AKD Jatim. Jadi, kami harus mengatur jadwal ini dengan acara lain yakni rapat-rapat yang dilakukan AKD Jatim pasca-Musda di Kota Batu kemarin,” kata Juwadi kepada DutaIndonesia.com, Jumat (18/3/2022) siang.

Kepala Desa yang dilantik pada Oktober 2019 lalu ini dikenal kreatif inovatif dalam membangun desanya. Desa Warukkalong yang berada di Kecamatan Kwadungan Kabupaten Ngawi itu pun semakin menggeliat di bawah kepemimpinan Juwadi, SH. Sama seperti Bupati dan Wakil Bupati yang blusukan ke desa-desa, Juwadi juga mendorong para aparatur desa agar melakukan program yang sama. Dia secara tegas, misalnya, meminta perangkat desa setiap hari Jumat wajib melakukan kunjungan bersama untuk melihat kondisi pembangunan dan mendengar aspirasi warga masyarakat. Khususnya bila hendak melakukan pembangunan di sebuah dusun.

“Kita melihat langsung untuk mengetahui kondisi lapangan yang akan dibangun. Ada beberapa titik lagi yang perlu diperhatikan,” kata Juwadi. Untuk itu Kades dan perangkat harus mendengar aspirasi warga masyarakat agar pembangunan bisa selaras dan memberi manfaat maksimal kepada warga. Misalnya saat hendak memperbaiki jalan yang rusak, kata dia, harus dilakukan sebelum musim hujan agar saat musim penghujan tiba warga bisa nyaman melintasi jalan tersebut. “Ya, karena sudah dibangun, jalannya tidak becek lagi. Warga nyaman berkendara di jalan yang sudah mulus,” katanya.

Sementara terkait bedah rumah belum masuk anggaran tahun 2022. Meski demikian rencananya ada dua rumah di Dusun Grogolan dan Wangkuk yang akan direhab hingga menjadi layak huni. “Istilanya bedah rumah atau RTLH tapi njenengan lihat sendiri, saya membuat rumah dari kayu jati dan dengan dinding bata ringan. Ketepatan di masing-masing dusun ada jati milik dusun yang saya gunakan untuk bantuan bagi RTLH atau rutilahu (rumah tidak layak huni),” katanya. (gas/bdh)