Gelar Rapat Bahas Kelengkapan Susunan Pengurus dan 7 Program Unggulan, Pembina AKD Jatim Temui Wagub Emil Dardak

oleh

SIDOARJO|DutaIndonesia.com – Menindaklanjuti hasil Musyawarah Daerah Asosiasi Kepala Desa Jawa Timur (Musda AKD Jatim) di Kota Batu 16-17 Maret 2022, Pembina AKD Jatim Dwi Putranto Sulaksono, melakukan kunjungan ke Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di kediamannya, Kamis (24/3/2022).

Tujuannya untuk melaporkan hasil Musda di mana terpilih secara aklamasi dalam forum yang dihadiri ratusan kades se-Jatim itu, Haji Munawar sebagai ketua untuk periode 2022-2026, Sekretaris Suhanto, dan Syaifullah Mahdi (Sandi) sebagai bendahara. Musda AKD Jatim saat itu dihadiri Wagub Emil.

Semula Musda AKD Jatim juga  dihadiri Gubernur Khofifah Indar Parawansa, tapi pada waktu bersamaan Gubernur Khofifah juga harus menghadiri acara peringatan HUT ke-72 Satpol PP, HUT ke-60 Satlinmas, dan HUT ke-103 Damkar, di Kota Blitar, Rabu (16/3/2022).

Dalam kesempatan itu Gubernur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan Karya Bhakti Peduli Satpol PP dari Kementerian Dalam Negeri yang diserahkan oleh Direktur Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kemendagri RI  Bernhard E. Rondonuwu.

“Saat itu Ibu Gubernur minta maaf kepada para kades sebab tidak bisa hadir. Dan sudah saya sampaikan di forum Musda. Saya melaporkan hasil Musda ke Wagub Emil juga sepengetahuan Ibu Gubernur,” kata Pembina AKD Jatim Dwi Putranto Sulaksono kepada DutaIndonesia.com Sabtu 26 Maret 2022.

Dalam pertemuannya dengan Wagub Emil, Dwi juga melaporkan beberapa agenda acara menindaklanjuti Musda AKD Jatim. Pertama, rapat koordinasi teknis penyusunan Pengurus lengkap AKD Jatim periode 2022-2026. Rapat diadakan di Kantor AKD Jatim, Kompleks Pasar Wisata Sedati, Jl. Pabean Sidoarjo pada Senin 28 Maret 2022 lusa. “Rapat ini dihadiri pengurus inti tadi bersama semua ketua AKD kabupaten/kota,” kata Dwi.

Kedua, membahas soal tujuh progam unggulan AKD Jatim untuk meningkatkan kesejahteraan para kades di Jatim, yang tentu saja juga untuk kemakmuran warga desa, bersama Wagub Emil. Menurut Dwi, Wagub dan Pemprov Jatim mendukung program AKD Jatim tersebut sebab tujuannya untuk memakmurkan desa. “Program AKD sejalan dengan program Pemprov Jatim,” ujarnya.

Meski demikian, program ini diihtiarkan untuk 7.724 kades secara personal. Artinya, program tetap melekat pada orang yang menjabat kades meski yang bersangkutan nantinya sudah tidak menjabat lagi. 

“Kalau ada kekhawatiran, lho nanti kan Pak Kadesnya malah sibuk bisnis, tidak sibuk mengurus desa dan warganya? Itu terbalik. Program ini memang agar kadesnya sejahtera. Kades harus sejahtera dulu sehingga selanjutnya bisa fokus mengurus warga dan desanya. Saat jadi kades  tidak melakukan pelanggaran dan penyimpangan anggaran, sebab hidupnya sudah sejahtera. Dan tidak terkena masalah hukum. Sebab dana program AKD Jatim  ini bukan dari pemerintah. Ini murni swasta. Pure bisnis, sehingga kades harus memiliki jiwa entrepreneur juga,” katanya.

Enam program unggulan AKD Jatim itu, kata Dwi, pertama, kades sebagai Manajer Bank Mandiri di desanya masing-masing. Kedua, mendirikan pabrik rokok merek AKD alias aku kangen desa yang juga melibatkan para kades. 

“Pabrik rokok bercukai, jadi ini rokok legal, melibatkan perajin pelinting rokok juga, petani tembakau, sehingga harus ada di sentra tembakau seperti Madura, Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Madiun, Ngawi, maupun Bojonegoro. Ini program yang kami dulukan sebab bisa menggerakkan ekonomi desa dan mensejahterakan warga sekaligus kades,” katanya.

Ketiga, Pertades yang didirikan dengan menggandeng Pertamina. Keempat, toko obat desa. Kelima, BUMDes Mart, dan keenam lumbung pangan modern di semua desa di Jatim. “Ketujuh dokter spesialis sambang desa. Nanti saya jelaskan satu per satu lebih detail lagi,” katanya. (

(gas/bdh)

No More Posts Available.

No more pages to load.