Pengurus Baru AKD Jatim Temui Wagub Emil, Undang Pelantikan, Curhat Pupuk-Migor Langka, hingga Sinergikan 7 Program Unggulan

oleh
Wagub Emil Dardak tampak akrab berfoto bersama Pambina AKD Jatim Dwi Putranto Sulaksono dan pengurus AKD Jatim lain.
Video Rapat Pengurus Baru AKD Jatim.

SURABAYA|DutaIndonesia.com – Sejumlah kepala desa (kades) pengurus Asosiasi Kepala Desa Jawa Timur (AKD Jatim) usai rapat selama dua hari langsung menemui Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak di Surabaya, Selasa (29/3/2022). Tampak hadir dalam pertemuan dengan Wagub Emil tersebut, antara lain Pembina AKD Jatim Dwi Putranto Sulaksono, bersama Ketua H. Munawar S.I.P., Sekjen Suhanto, Bendahara Saifullah Mahdi (Sandi), dan para pengurus AKD Jatim lain yang datang dari beberapa daerah.

“Saya mengantarkan pengurus baru AKD Jatim untuk periode 2022-2026 bertemu Wagub Jatim guna memperkenalkan diri,” kata Pembina AKD Jatim, Dwi Putranto Sulaksono. Para kades pengurus AKD Jatim pun satu per satu memperkenalkan diri kepada Wagub, dengan menyebut nama, asal daerah, dan jabatan di AKD Jatim maupun di AKD kabupaten/kotanya.

Dalam kesempatan itu, Pembina AKD Jatim mengundang Wagub Emil untuk hadir dalam acara pelantikan Pengurus AKD Jatim periode 2022-2026 yang rencananya akan digelar setelah Idul Fitri. “Waktu dan tempatnya akan kami sampaikan ke Beliau segera setelah Idul Fitri. Dan Beliau bersedia hadir,” ujar Dwi.

Selain itu, kata Dwi Putranto, pengurus AKD Jatim juga melaporkan sekaligus melakukan sinkronisasi 7 program unggulan untuk meningkatkan kesejahteraan kades sekaligus meningkatkan kemakmuran warga desa, dengan program Pemprov Jatim. Wagub menyambut antusias masukan dari Pembina AKD Jatim dengan adanya 7 program unggulan tersebut.

Wagub Emil mengapresiasi 7 program unggulan AKD Jatim tersebut sebab semua program AKD Jatim dapat membantu Pemerintah dalam membangun bangsa dan negara, sekaligus untuk pemerataan hasil pembangunan. “Dengan demikian, segera setelah pelantikan, para pengurus AKD Jatim bisa langsung bekerja melaksanakan 7 program unggulan itu, yang disinergikan dengan program Pemprov Jatim,” katanya.

Dalam pertemuan itu juga ada sesi tanya jawab. Maka, para kades pun antusias menyampaikan uneg-uneg atau masalah-masalah yang dihadapi masyarakat, khususnya warga di desanya masing-masing. Terkait hal itu, Bendahara AKD Jatim, Saifullah Mahdi (Sandi), yang juga hadir dalam pertemuan dengan Wagub Emil, mengatakan, bahwa para kades curhat kepada Wagub antara lain soal problem yang dihadapi masyarakat desa akhir-akhir ini. Mulai soal kelangkaan pupuk yang membelit petani hingga heboh minyak goreng yang harganya naik dan sempat langka di pasaran.

“Menurut Wagub, Pemprov sudah mencarikan solusi atas semua masalah tersebut. Selain itu, Wagub Emil Elestianto Dardak juga memberi arahan setelah mendapat masukan dari para kades, ” katanya kepada DutaIndonesia.com usai pertemuan.

Dalam kesempatan itu, para kades juga meminta informasi soal program-program Pemprov Jatim yang bisa disinergikan dengan desa. “Khususnya dengan kami anggota AKD Jatim. Sinergi ini sangat penting untuk mewujudkan program desa yang mandiri demi kesejahteraan warga,” kata Sandi.

Tujuh Program AKD Jatim

Dwi Putranto menjelaskan, 7 program unggulan AKD Jatim tersebut baru selesai dibahas dalam Rakornis Pengurus AKD Jatim yang dilaksanakan di Kantor AKD Jatim Kompleks Pasar Wisata Sedati Jl. Pabean Sidoarjo Senin 28 Maret 2022. Tujuh program itu, meliputi:

Pertama, kata Dwi, Kades sebagai Manajer Bank Mandiri di desanya masing-masing. Program ini sudah dilaunching dan disosialisasikan di sejumlah kabupaten/kota, seperti Kab. Bangkalan, Sampang, Malang, Banyuwangi, Lumajang, Situbondo, Bojonegoro, Kediri, Tulungagung, dan Kota Batu. Selanjutnya semua kabupaten/kota menyusul hingga sebanyak 7.724 kades di Jatim terlibat menjadi manajer Bank Mandiri di desanya masing-masing.

“Program ini jadi semacam wadah pembelajaran bagi kades untuk menjadi seorang entrepreneur di bawah bimbingan Bank Mandiri. Kades berjiwa wirausaha. Selanjutnya ya untuk meningkatkan kesejahteraan kades, khususnya bila nanti pensiun. Program ini juga bisa menggerakkan ekonomi desa sebab warga desa menjadi melek perbankan atau bankable,” kata Dwi.

Kedua, program yang segera diwujudkan adalah mendirikan pabrik rokok bercukai merek AKD alias “Aku Kangen Desa” yang juga melibatkan para kades. Pabrik rokok bercukai ini bisa menyerap tembakau produksi petani hingga menyerap tenaga kerja dari perajin pelinting rokok. Karena itu didirikan di sentra-sentra tembakau di Jatim, seperti Madura, Bojonegoro, Malang, Blitar, Tulungagung, Madiun, dan Ngawi.

Ketiga, Pertades yang didirikan dengan menggandeng Pertamina. Sebelumnya PT Pertamina (Persero) sudah melebarkan unit bisninya dengan meluncurkan program SPBU mini bernama Pertashop. Berbeda dengan Pertamini yang sempat booming tapi sering terjadi kecelakaan, Pertashop ini legal juga diawasi langsung oleh BUMN tersebut sehingga secara kualitas dan stok bahan bakarnya pasti terjamin. AKD Jatim bekerjasama dengan Pertamina membuat program serupa di desa-desa.

Keempat, toko obat desa, yang platformnya sama dengan apotek untuk melayani kebutuhan obat-obatan bagi warga desa. Hal itu karena selama ini warga desa tidak bisa dengan segera mencari obat-obatan yang mereka butuhkan. Apalagi untuk layanan obat resep dokter. Mereka harus membeli di apotek yang ada di kota.

Kelima, BUMDes Mart, merupakan toko modern yang ada di desa. Sekarang banyak toko modern masuk desa, tapi toko itu tidak ada yang memasarkan produk unggulan desa. Hal ini berbeda dengan BUMDes Mart yang akan dibangun AKD Jatim sebab toko BUMDes Mart juga menjual produk unggulan di masing-masing desa, sehingga bisa saling berbagi pasar, saling mempromosikan, antar produk unggulan desa satu dengan desa lain.

Keenam lumbung pangan modern di semua desa di Jatim. Lumbung pangan ini untuk memantapkan posisi Jatim sebagai lumbung pangan secara nasional, sebab stok pangan akan tersedia dengan baik, terkontrol dengan sistematis menggunakan teknologi yang terkoneksi.

Dan ketujuh, Program Dokter Spesialis Sambang Desa. “Program Dokter Spesialis Sambang Desa ini adalah bertujuan untuk membantu masyarakat desa se-Jatim untuk lebih awal bisa mendeteksi penyakit dengan bantuan Dokter Spesialis khususnya Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dokter Spesialis Kandungan dan Dokter Spesialis Anak . Dan program ini sejalan dengan target Pemprov Jawa Timur yang akan terbebas dari TBC di tahun 2030, menurunkan angka stunting di Jawa Timur serta meredam pertumbuhan angka penduduk Jatim yang harus cuci darah karena gagal ginjal dan mengidap penyakit diabetes melitus atau kencing manis,” kata Dwi Putranto Sulaksono. (gas/bdh)

No More Posts Available.

No more pages to load.