Rayakan Harlah ke-76, Muslimat NU Malaysia Adakan Khotmil Quran

oleh

KUALALUMPUR|DutaIndonesia.com  – Dalam rangka ikut memeriahkan Hari Lahir Muslimat Nahdlatul Ulama ke-76, PCI Muslimat NU Malaysia kali ini menyelenggarakan acara Khotmil Qur’an. 

Seiring dengan menurunnya kasus Covid-19, selain secara online, acara tersebut juga digelar secara offline di rumah kediaman Mimin Mintarsih, Ketua Umum PCI Muslimat NU Malaysia di Sungai Mulia 5, Gombak, Selangor. 

“Acara ini sebenarnya lebih merupakan puncak dari kegiatan khotmil qur’an yang memang sudah menjadi program rutin kami [Muslimat NU Malaysia],” terang Mimin, Selasa (29/3/2022) kemarin.

“Sebagai informasi saja, selama pandemi ini, kami juga telah mengkhatamkan al-Qur’an sebanyak 346 kali. Dan pada bulan Ramadhan ini, program kita adalah setiap ibu Muslimat harus mengkhatamkan minimal 1 juz setiap hari,” tandasnya bersemangat.

Acara ini diawali dengan pembacaan al-Qur’an secara simultan oleh semua hadirin pada Pukul 12.00 Waktu Malaysia. Baru setelahnya dilanjutkan dengan seremonial acara pada 14.30.

Dalam sambutannya, selain tentang Khotmil Qur’an, Mimin menyatakan beberapa program ke depan yaitu pembukaan kelas agama dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Termasuk di dalamnya adalah umrah bersama yang akan laksanakan pada bulan Agustus 2022.

Ibu Nyai Said Aqil Sirodj, selaku Pembina PCI Muslimat NU, turut juga memberikan sambutan secara online.

“Alhamdulillah. Dalam usia yang ke-76 ini, Muslimat NU tidak pernah berhenti berjuang di bidang keagamaan, sosial, dan pemberdayaan perempuan dan anak-anak,” terangnya.

“Saya mengharapkan warga dan Pimpinan Organisasi Muslimat NU menjadi manusia yang dapat memberi manfaat semaksimal mungkin bagi umat dan bangsa Indonesia.”

Dari pihak Pertubuhan Nahdlatul Ulama Malaysia, hadir al-Ustadz Ahmad Muidi. Beliau berpesan agar ikhlas menjadi pondasi utama dalam setiap gerak dan kegiatan warga Nahdliyyin. 

“Di NU, dalam melakukan hal apa saja, kita harus ikhlas. Sebab, kalau tidak ikhlas, maka kita tidak akan pernah maju,” tandasnya.

Dr Mahbubi Ali yang didapuk sebagai penceramah dalam acara tersebut berpesan kepada hadirin agar membaca al-Qur’an menjadi rutinitas yang dibiasakan dalam keluarga. Bacaan al-Qur’an yang konsisten akan menjadi obat bagi beragam penyakit.

Selain itu, lanjutnya, rajin membaca al-Qur’an akan melahirkan ketenangan dalam hidup. Ketenangan inilah yang banyak dirindukan oleh manusia di era modern ini. 

Dalam acara yang diikuti sebanyak 76 hadirin tersebut, ia juga secara khusus menyinggung tentang semangat perjuangan dalam NU. 

“Siapa saja yang mengamalkan ilmunya dengan cara [misalnya] berjuang untuk NU, maka ia akan terus mendapat pahala selama yang diperjuangkannya tersebut terus dilaksanakan. Walaupun orang yang bersangkutan tersebut sudah meninggal,” lanjutnya.

Acara juga dihadiri oleh 7 ketua ranting Muslimat NU Malaysia, Ustadz Liling Sibro Malisi selaku Mustasyar, para pengurus, dan juga para ketua Banom (Badan Otonom) PCINU Malaysia.
 (

(Mimin/Aziz)

No More Posts Available.

No more pages to load.