Kemilau Al Quran di Jagat Semesta

oleh
Masdawi Dahlan

Oleh Masdawi Dahlan

DI ANTARA keutamaan bulan Ramadhan adalah di dalamnya kitab suci Al Qur’an diturunkan pertama kali. Para ulama beda pendapat tentang kapan tepatnya Al Qur’an diturunkan. Namun mayoritas mereka menyepakati Al Qur’an pertama kali diturunkan pada tanggal 17 Ramadhan.

Sebagai bulan yang di dalamnya diturunkan Al Quran, ibadah puasa dalam bulan Ramadhan ini semakin indah dan menarik. Selama satu bulan penuh Al Qur’an menjadi bacaan wajib, dikhatamkan, ditelaah makna dan ditadabburi isi kandungannya.

Tadarus Al Qur’an di masjid, musala, sekolah, madrasah, hingga kajian-kajian isi kandungan Al Quran digelar di berbagai tempat. Semua itu dilakukan sebagai bentuk apresiasi yang mendalam untuk menjadikan Al Qur’an sebagai petunjuk hidup mereka. Tradisi seperti itu bukan hanya terjadi di Indonesia, hampir di seluruh penjuru negara yang ada penduduk muslimnya akan melakukannya.

Di Kairo Mesir misalnya, selama bulan Ramadhan pada malam hari umat Islam menghabiskan waktunya untuk membaca dan mentadabburi isi Al Quran. Bukan hanya di rumah atau di masjid, namun juga dilakuan di berbagai tempat, misalnya, di taman-taman kota di bawah cahaya lampu yang indah terang. Umat Islam berdatangan menghabiskan malam mereka dengan membaca dan mentadabburi ayat ayat suci Al Quran.

Di berbagai belahan dunia lain, kaum muslimin bisa saja memiliki cara tersendiri dalam membaca dan mentadabburi isi kandungan Al Quran pada momentum Ramadhan. Yang pasti bulan Ramadhan ini adalah bulan di mana secara semarak kaum muslimin menjadikan malam dan hari-harinya selalu ditemani Al Quran.

Selama satu bulan penuh Al Qur’an telah menjadi kitab suci yang menerangi dan menghiasai kehidupan muslim. Tadarus dan tadabbur Al Qur’an telah menjadikan Al Qur’an memunculkan cahaya kemilau ke seantero semesta, mengetuk hati nurani manusia untuk menyadari tentang hakikat penciptaan dirinya.

Al-Qur’an adalah kitab suci yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta. Bukan hanya bagi umat Islam namun juga bagi umat manusia secara keluruhan. Bukan hanya bagi manusia, namun juga bagi makhluk ciptaaan Allah lainnya yang ada di alam semesta.

Napoleon Bonaparte, panglima perang yang juga pernah menjadi Raja Prancis, pernah menyampaikan keinginannya agar para pejabat dan kalangan ilmuwan di negerinya mempelajari dan melakukan kajian terhadap kandungan Al-Qur’an. Dia yakin bahwa kandungan Al Qur’an adalah ayat ayat suci dari Tuhan yang diakui mampu menjadi pedoman hidup untuk menciptakan karakter hidup manusia yang modern menuju kehidupan yang mulia dan beradab, aman, damai dan sejahtera.

Para ulama menyebutkan secara universal kandungan Al Quran ada lima poin penting, yakni ketauhidan atau aqidah, hukum, janji dan ancaman, sejarah dan ilmu pngetahuan atau sains. Semua poin kandungan Al Qur’an itu satu dengan yang lain merupakan kesatuan yang utuh. Yang apabila manusia memahami dan mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata sehari hari, maka kehidupan dunia ini akan damai, aman, maju dan sejahtera.

Aqidah atau ketauhidan adalah kandungan utama dalam Al Quran. Meng-esa-kan Allah SWT sebagai pencipta dan pengatur seluruh alam semesta yang berhak disembah dan diibadahi. Dia esa tidak ada tandingan. Tak ada kekuatan lain yang bisa menyamainya. Hukum hukum Allah yang terwujud dalam syariat ajaran Islam adalah pedoman praktis yang jadi rujukan manusia dalam melaksanakan tugas ibadah ritual maupun ibadah sosial bermasyarakat dan bernegara.

Al Quran juga berisi rangkuman penting sejarah kehidupan manusia masa lampau yang sengaja dihadirkan oleh Allah SWT sebagai iktibar yang bisa dijadikan pelajaran oleh umat manusia masa sekarang hingga yang akan datang. Al Quran mengisahkan kisah baik dan buruk perjalanan manusia zaman dahulu untuk dijadikan cerminan agar manusia bisa belajar bagaimana mengatur dan tidak terjatuh ke jurang yang sama dengan yang dialami umat sebelumnya.

Tentang ilmu pengetahuan, para ulama menyebut lebih dari 60 persen ayat Al-Qur’an menyajikan tentang kausalitas dan manfaat interaksi manusia dengan alam semesta yang kemudian disebut sains. Al-Qur’an memerintahkan agar manusia mempelajari, membaca, dan memanfaatkan tentang alam semesta, sehingga manusia akan tahu hakikat dan tujuan serta manfaat penciptaan alam semesta.

Semua isi kandungan Al-Quran itu, apabila manusia bisa mengimplemintasikan dalam kehidupan sehari hari akan menjadi petunjuk bagi manusia untuk menciptakan tatanan kehidupan di alam semesta ini dengan aman, indah, bahagia dan sejahtera. Manusia akan memiliki keyakinan kepada ke-esa-an dan keabsolutan Allah yang akan memenuhi kebutuhannya. Manusia juga akan taat hukum dan aturan Allah. Manusia akan sadar tentang adanya surga dan neraka yang Allah janjikan.

Manusia juga bisa mengambil pelajaran dari perilaku manusia masa lampau yang bisa membawa mereka pada perbuatan yang mengakibatkan siksa dan murka Allah SWT, ataupun sebaliknya. Dengan mengkaji isi kandungannya akan menjadikan manusia sadar tentang pentingnya membaca alam semesta melalui teknologi dan sains, agar manusia bisa mengelola dan memanfaatkan alam semesta ini dengan baik untuk kesejahteraannya.

Pertanyaannya, sudahkan lima poin pokok kandungan Al Qur’an itu telah diimplementasikan dalam kehidupan nyata oleh kaum muslimin? Jika mau jujur jawabannya masih belum. Masih banyak kaum muslimin yang menduakan Allah, masih banyak yang mengingkari dan tidak taat terhadap hukum-hukum Allah, masih banyak yang tidak takut ancaman dan siksa dari Allah, masih banyak yang enggan mengambil iktibar dari sejarah kehidupan manusia masa lampau dan yang terakhir masih banyak pula kaum muslim yang lemah di bidang sains dan teknologi. (*

  • Penulis adalah wartawan DutaIndonesia.com dan Global News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.