Perjalanan Spiritual Wabup Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat

oleh

BONDOWOSO|DutaIndonesia.com- Perjalanan hidup seseorang sangat ditentukan oleh kesadaran akan diri, akan batas. Termasuk yang dilakukan oleh Wabup Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat.

Dalam dialog 3 jam dengan Tim Iqra Semesta, Jumat malam (8/4) di Bharata Hotel Bondowoso tergambar, betapa sosok pria gagah ini, penuh pesona. Hitam putihnya kehidupan menjadi jejak yang layak menjadi cermin.

“Saya penuh dosa. Dan ingin menebus dosa itu dengan memaksimalkan peran keilahian diusia senja ini. Nyawa saya juga cadangan, maka apalagi yang saya cari selain berbakti sama Allah,” tutur pria gagah yang juga eksportir sejak muda ini.

Bahkan founder hotel Bharata Bondowoso ini, menegaskan, Kalau kita kebanyakan memikirkan kebaikan kita pada orang lain, itu tandanya kita sedang mengalami penurunan kualitas diri. 

“Tapi kalau yang kita pikirkan adalah betapa kita masih kurang berguna bagi banyak orang, itu tandanya kita sedang berusaha meningkatkan kualitas diri, dan itulah yang harus tiap hari kita asah, kita pertajam dengan tidak hanya diam melihat kemungkaran,” tambah Ketua DPD PDI Perjungan Bondowoso selama 25 tahun ini.

Maka, kesadaran akan diri yang hina, banyak dosa adalah alat bantu mendapat hidayah Allah. Ini yang orang sering menyebut, bekas brandal dan bajingan lebih mulia, dibanding bekas orang alim.

” Pak Wabup menemukan hakekat hidup. Saya menyebutnya sudah pada titik manusia substansial. Bahkan mengarah ke hakekat hidup yang sesungguhnya, ” respon Yusron Aminulloh, Ketua Dewan Pembina Iqra dalam diskusi semalam.

Ini anugerah yang didapat dalam perjalanan hidupnya yang panjang dan berliku. Kayaknya pak Irwan sudah “selesai urusan dunia”, tinggal bagaimana mengasah tiap hari agar khusnul khotimah.

“Jangan berlebihan pak Yusron. Saya baru belajar, saya ini dosanya menumpuk. Maka saya belajar tiada henti pada alam semesta dan isinya. Saya hoby menanam, merawat ikan, karena mereka itu makhluk Allah selalu berdzikir tiap saat. Sementara kita masih sering lupa sama Allah. Doakan saya istiqomah,” tambah Wabup Irwan yang punya anak dokter, anggota dewan dan insinyur sipil. 

Bambang Prakoso, Ketua Yayasan Iqra Semesta, berulangkali memberi penegasan bahwa yang dialami pak Wabup adalah nyawiji, bersatunya manusia dengan Tuhannya. 

“Saya punya referensi detail, bahwa apa yang dikatakan pak Wabup tentang pohon berdzikir, dan seterusnya, adalah betul saat diteliti secara ilmiah, dan itu sinkron dengan ayat dalam Al Quran,” tegas Bambang yang dosen dan Master Perpustakaan ini. (gas)

No More Posts Available.

No more pages to load.