Dikritik Cak Nun, PPP Bela Jokowi

oleh
Cak Nun saat tampil di acara PDIP Minggu malam. (Foto: Antara)


JAKARTA|DutaIndonesia.com –
Muhammad Ainun Nadjib (Cak Nun) menilai presiden Indonesia sekarang belum tepat. Pernyataan Cak Nun ini menarik perhatian karena disampaikan dalam acara buka puasa bersama bertajuk ‘Sinau Bareng Cak Nun’ di Masjid At-Taufiq, Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (10/4/2022) malam.

Apalagi Cak Nun saat itu tidak sendiri tapi didampingi petinggi PDIP seperti Puan Maharani, Hasto Kristiyanto, Djarot Sjaiful Hidayat, Hamka Haq, Ahmad Basarah, Utut Adianto, hingga Menteri ESDM Arifin Tasrif dan Menteri PPA Bintang Puspayoga. Seperti diketahui, Presiden Jokowi diusung PDIP bersama sejumlah parpol lain. Namun demikian, Cak Nun tidak menganggal Presiden Jokowi salah.

PPP sebagai parpol koalisi membela Presiden Jokowi yang merupakan presiden pilihan rakyat. “Apa pun labelnya ya Presiden Jokowi adalah presiden yang dikehendaki oleh rakyat Indonesia. Terbukti beliau 2 kali memenangkan kontestasi pemilu,” kata Ketua DPP PPP Achmad Baidowi (Awiek) kepada wartawan, Senin (11/4/2022).

Awiek menyebut Jokowi tidak akan terpilih 2 periode jika tak dikehendaki rakyat. Awiek menyebut seorang presiden harus punya beragam kelebihan baru bisa dipilih mayoritas masyarakat Indonesia. “Apa yang ada hari ini itulah hasil dari Pemilu 2019 kemarin,” katanya.

Anggota DPR RI itu menyebut setiap manusia pasti memiliki kekurangan, termasuk Jokowi. Karena itu, Awiek mengatakan Jokowi punya para pembantu untuk menyempurnakan urusan negara. “Tentu setiap manusia ada ketidaksempurnaan, ada kekurangan, karena urusan negara itu tidak selesai di seorang presiden, karena presiden itu bukan dewa. Presiden makhluk biasa yang kebetulan mendapat amanah jabatan yang melekat,” katanya.

Maka kemudian dalam menjalankan tugas kenegaraan presiden dibantu oleh kabinet. “Kalau diselesaikan presiden sendiri ya, nggak mungkin,” kata Awiek.

Awiek menyebut, apapun yang dikatakan orang-orang, Jokowi adalah presiden pilihan rakyat Indonesia. “Memang mau dikatakan seperti apa faktanya masyarakat Indonesia memilih Jokowi, bukan yang lain,” katanya, dikutip dari detik.com.

Cak Nun sebelumnya berbicara soal pemimpin bangsa Indonesia dalam ceramahnya di acara buka puasa bersama PDI Perjuangan. Cak Nun menilai Indonesia dipimpin oleh presiden yang belum tepat saat ini.
Cak Nun mulanya menyebut negara-negara adikuasa, yaitu Amerika Serikat dan Rusia, yang tak benar-benar ‘berkuasa’. Dia kemudian membandingkan dengan bangsa Indonesia yang dapat melampaui mereka. Hanya, menurut Cak Nun, pemimpinnya sekarang belum tepat.

“Wahai Amerika, wahai Rusia, wahai semua negara yang merasa kuat dan adikuasa, jangan pikir kalian benar-benar berkuasa karena kami adalah bangsa dengan peradaban dengan skala waktu 18 generasi,” kata Cak Nun.

“Sehingga ilmu kita, manajemen kita akan jauh melebihi kalian semua. Cuma sekarang belum tepat saja presidennya. Jangan marah,” katanya lagi.

Cak Nun menegaskan tak mengatakan presidennya salah. Hanya saja, sekali lagi, kata dia, belum tepat. Dengan demikian, ia meminta tak ada yang marah atas pernyataannya itu.

“Jangan marah. Saya tidak mengatakan ‘salah’ loh ya. Belum tepat. Lho kalau bahasa Jawa itu ada bener, ada pener, Mbak Puan. Itu sudah bener tapi belum pener,” ujar Cak Nun.

“Mohon maaf, ya, saya bukan mengkritik. Saya itu penasaran dengan kebesaran Indonesia yang tidak bisa kita wujudkan,” imbuhnya.

Dia berharap, dalam pesta demokrasi 2024, hadir sosok pemimpin yang membawa kesadaran baru. Dia mengandaikan sebuah revolusi besar yang membawa kesadaran baru. “Aku ingin besok pagi, sebelum dan sesudah 2024, kita akan mengalami revolusi besar dari dalam diri kita. Bukan revolusi untuk menjatuhkan presiden dan penguasa,” kata Cak Nun.

“Revolusi yang akan dipimpin oleh presiden dan para sesepuh lainnya. Mereka yang akan memimpin kesadaran baru. mereka akan memimpin kelahiran baru Indonesia,” katanya. (det/wis)

Video Cak Nun di acara PDIP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.