Ribuan Mahasiswa Ngluruk DPR, Awas Ada Perusuh Menyusup!

oleh
Sejumlah pemuda diamankan polisi karena diduga akan menyusup saat aksi unjuk rasa mahasiswa di kawasan Patung Arjuna Wijaya, Senin (11/4/2022). (Foto: kompas.com)

JAKARTA|DutaIndonesia.com – Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI ngluruk Gedung DPR RI di Jakarta, Senin (11/4/2022). Ribuan massa mahasiswa itu sudah tiba di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/4/2022) sekitar pukul 13.45 WIB. Mereka menyampaikan sejumlah tuntutannya ke wakil rakyat di Senayan. Salah satunya menolak perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan Pemilu 2024.

Saat longmarch menuju Gedung DPR, orator dari atas mobil komando mengingatkan peserta aksi agar merapatkan barisan. Tujuannya supaya tidak ada penyusup yang biasanya membuat aksi mereka berubah menjadi anarkis. “Jangan sampai ada yang merusak gerakan kita kawan-kawan,” ujar orator.

“Rapatkan barisan kawan-kawan. Jangan sampai ada yang penyusup di barisan kita,” katanya.

Kemudian orator aksi dengan pengeras suara juga terdengar membakar semangat mahasiswa dari berbagai almamater itu. “Kawan-kita ada berapa? Satu komando satu perjuangan,” katanya.

Sebelumnya Koordinator Pusat BEM SI Kaharuddin mengatakan, pemilihan tempat di DPR bertujuan menyampaikan aspirasi dan memberikan peringatan kepada wakil rakyat terkait berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia. Ia menilai, isu penundaan pemilu, bukan menjadi hal yang asing terdengar di telinga masyarakat saat ini.

Aksi demo mahasiswa menolak perpanjangan masa jabatan presiden, menolak penundaan pemilu dan kenaikan harga bahan bakar minyak serta sembako ini disebut diikuti oleh 1.000 mahasiswa dari berbagai daerah. Koordinator Media BEM SI, Luthfi Yufrizal mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi kemungkinan adanya pihak yang menunggangi aksi ini dengan tujuan memicu kerusuhan. Upaya antisipatif ini salah satunya dengan membentuk tim keamanan yang bertugas melalukan penyaringan terhadap peserta aksi.

“Istilahnya harus hati-hati dengannya orang-orang yang menjadi cuma nebeng di aksi itu, cuman buat rusuh doang, harus di screening dengan teliti,” kata Luthfi dikutip dari suara.com.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga meminta kepada jajarannya untuk menjaga dan mengamankan demo 11 April yang dilakukan oleh mahasiswa. Sigit tidak ingin demo ini disusupi oleh penumpang gelap.

“Yang kita harus hindari tentunya adalah jangan sampai ada penumpang atau penyusup yang kemudian mengganggu proses dari kegiatan yang ingin dilakukan oleh mahasiswa,” kata Sigit kepada wartawan di Tenda Putih, Monas, Jakarta Pusat, Senin (11/4/2022).

Sigit menyebut penumpang gelap itu harus dipisahkan dari mahasiswa. Dengan pemisahan itu, lanjutnya, mahasiswa bisa menyampaikan aspirasinya dengan aman. “Ini yang harus kita jaga dan kita pisahkan agar teman-teman mahasiswa bisa satu suara, betul-betul aspirasi mahasiswa dan tidak ada tumpangan-tumpangan dari penumpang yang ingin memanfaatkan teman-teman mahasiswa, ini yang kita jaga,” paparnya.

Sejauh ini, kata Sigit, aksi penyampaikan pendapat mahasiswa berlangsung lancar. Dia berharap demo 11 April yang berlangsung di berbagai daerah bisa berjalan aman. “Dan kita lihat, alhamdulillah mudah-mudahan semuanya berjalan kondusif dan Polri pasti akan memberikan pelayanan terbaik agar proses demo dari taman-teman mahasiswa berjalan aman, lancar,” katanya. (det/wis)

No More Posts Available.

No more pages to load.