PCI Muslimat NU Hongkong-Macau Bagikan 150 Paket Sembako bagi Warga Desa di Pasuruan

oleh
Hj Fatimah saat bertugas di pusat karantina Covid-19 di Hongkong Selasa malam ini.

HONGKONG|DutaIndonesia.com – Ketua Pengurus Cabang Istimewa Muslimat Nahdlatul Ulama (PCI MNU) Hongkong-Macau, Hj Siti Fatimah Angelia, bersama Hj Jamilah dan jamaah PCI MNU Hongkong-Macau kembali mengadakan bhakti sosial di Tanah Air. Kali ini sasarannya warga tidak mampu di Desa Ketangirejo Kec. Kejayan Kabupaten Pasuruan. Acara bhakti sosial dengan membagikan sembako untuk 150 orang itu guna memenuhi permintaan warga di Pasuruan yang kondisinya membutuhkan uluran tangan para dermawan akibat terdampak pandemi Covid-17.

“Kami membagikan bantuan sembako melalui Ustad Solihin di Pasuruan. Jumlahnya untuk 150 orang. Saya bersama Hj Jamilah dan jamaah PCI MNU Hongkong – Macau terketuk hati membantu sesama di bulan Ramadhan ini mengingat mereka kaum buruh tani yang sekarang banyak menganggur. Para buruh tani tidak ada kerjaan, sebab petani banyak gagal panen. Mereka mengharap sedekah dari para dermawan, untuk kebutuhan keluarga dalam bulan puasa ini. Dan kami pun langsung membantu bersama jamaah lain,” kata Hj Fatimah kepada DutaIndonesia.com Selasa 12 April 2022.

Ustad Solihin pun senang atas uluran tangan Ibu Hj Fatimah dan Hj Jamilah serta jamaah PCI MNU Hongkong – Macau untuk warga desa di Pasuruan. “Saya sedang belanja paket sembako yang dimaksud. Bila sudah lengkap, langsung kami bagikan, besok atau lusa,” katanya.

Dia mengatakan, dia akan membagian 3 kali. Yakni Rabu atau Kamis 50 paket, Jumat 50 paket, dan Minggu 50 paket. “Ibu Hajjah, kalau dalam 1 hari tidak cukup waktunya. Keliling desa dan survei bagi orang-orang yang berhak menerima sembako dari Ibu dan jamaah Muslimat NU Hongkong-Macau,” kata Ustad Solihin kepada Hj Fatimah Angelia.

Hj Fatimah sendiri tengah bertugas di pusat karantina pasien Covid-19 di Hongkong sebab di kota ini virus Corona masih mengganas. Selasa malam dia bekerja hingga pukul 22.00 sehingga tampak lelah. “Saya tidak mengeluh, tapi hari ini cuaca sangat panas sekali dan tugas juga banyak sementara saya harus tetap berpuasa. Cuaca panas harus mengikuti syuting video, sandal saya sampai copot, lumayan jadi bintang film sejenak,” katanya sambil bercanda.

Seharian Selasa hingga sore tadi tugas Hj Fatimah mulai menerima banyak telepon, menerima pesan di whatsapp (WA) sekaligus menjawabnya, mengantar permintaan VVIP, memakai baju prokes, masuk ruang steril, ke kamar isolasi, melakukan persiapan sholat, memakai mukena, mempraktikkan sholat dan lain-lain. “Saya jadi penerjemah juga. Ini pakai Bahasa Indonesia,” katanya. (gas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.