Diuji Coba ke Sejumlah Kades, Pembina AKD Jatim Segera Launching Rokok “AKD”

oleh
Para Kades mendapat sosialisasi soal rokok AKD di Kafe Waren Intel Ropang Kota Malang Rabu tadi malam.


MALANG|DutaIndonesia.com – Pembina Asosiasi Kepala Desa Jawa Timur (AKD Jatim), Dwi Putranto Sulaksono, segera melaunching rokok “AKD” alias Aku Kangen Desa. Rokok produksi AKD Jatim ini akan dipasarkan dengan melibatkan semua kepala desa (kades) di Jatim yang akan bertindak sebagai agen rokok “AKD” di desanya masing-masing.

Untuk itu Dwi Putranto sudah melakukan sosialisasi pra-launching dengan menunjukkan langsung rokok “AKD” kepada sejumlah kepala desa yang hadir di Kafe Waren Intel Ropang Jl. Bunga Coklat No. 1 Kota Malang, Rabu (20/4/2022) malam. Para kades itu mencoba merasakan aroma rokok “AKD” sebelum dipasarkan secara umum di desanya masing-masing. Sebagian kades juga sudah meminta kepada warganya untuk menguji rasa rokok tersebut. Dan hasilnya, warga desa suka dengan rokok “AKD” tersebut.

“Bismillah! Semoga Rokok AKD sukses , bermanfaat dan barokah bagi seluruh 7.724 Kades anggota AKD se Jawa Timur, Aamiin Aamiin Aamiin Ya Robbal’Allamiin,” kata Dwi kepada DutaIndonesia.com, Kamis (21/4/2022).

Dwi Putranto Sulaksono siap melaunching rokok “AKD”.

Rokok “AKD” ini, kata Dwi, selain untuk bisnis, juga sengaja diproduksi untuk memberi contoh semangat kewirausahaan atau kades berjiwa entrepreneurship bagi para kepala desa di Jatim. Sebab, para kepala desa juga harus berdaya agar keluarganya sejahtera, untuk selanjutnya bisa maksimal mensejahterakan warga dan memakmurkan desanya.

“Karena itu, kami libatkan semua kades, jumlahnya sekitar 7.724, se-Jatim, agar terus bersemangat melakukan usaha. Rokok ini legal, sebab rokok AKD ini bercukai. Program rokok AKD ini yang kedua, setelah program Manajer Desa Mandiri sudah berjalan on the track, di mana bulan depan kami harapkan sudah 70% kades di Jatim menjadi agen atau manajer Bank Mandiri di desanya masing-masing,” kata Dwi.

Dengan adanya rokok yang diproduksi AKD Jatim, kata dia, bisa menggerakkan perekonomian desa sebab bisa memberikan pekerjaan bagi warga di sekitar tempat produksi sebagai buruh linting dan lainnya. Sebab, usaha ini juga membutuhkan tenaga kerja. Kedua, warga juga bisa menjualnya di toko pracangannya. Lebih dari itu, rokok ini harganya terjangkau dengan kualitas tak kalah dengan rokok produksi pabrikan besar. “Itu tujuan utama AKD Jatim memproduksi rokok AKD ini selain untuk membantu para kades menambah penghasilan bagi keluarganya,” katanya. (gas/bdh)

No More Posts Available.

No more pages to load.