Pulau Bawean yang Semakin Indah di Bulan Ramadhan dan Idul Fitri (2): Tradisi Medher Gairahkan Wisata Pulau Bawean

oleh
Warga berkeliling Pulau Bawean dalam tradisi medher usai Lebaran Idul Fitri. (foto: mili.id)

Idul Fitri 1443 H/2022 M seakan menjadi momen semacam pesta tradisi budaya. Masing-masing daerah memiliki tradisi sendiri dalam berpesta Lebaran Idul Fitri. Termasuk warga Pulau Bawean. Secara umum, warga Pulau Bawean melakukan tradisi saling mengunjungi sanak keluarga pada hari pertama perayaan Idul Fitri. Saling memaafkan, saling merasakan menu masakan yang dibuat anggota keluarga atau kerabat dengan rasa syukur. Bahkan saling memberi sesuatu sebagai ungkapan rasa syukur tersebut. Tradisi ziarah leluhur hingga halal bi halal juga dilakukan warga di pulau yang dikenal eksotik ini.

Oleh Gatot Susanto

SELANJUTNYA warga di Bawean juga memanfaatkan hari-hari berikutnya untuk liburan. Salah satunya tradisi Medher. Yakni keliling daerah berjuluk Pulau Putri ini. Saat liburan ini warga mengendarai berbagai kendaraan seperti sepeda gunung, motor, serta mobil, yang pada umumnya menggunakan bak terbuka, memutar sepanjang jalur lintas Pulau Bawean.

Peserta tradisi medher adalah kelompok orang atau komunitas dari berbagai desa. Rutenya dimulai dari desa masing-masing kemudian membentuk iring-iringan kendaraan yang panjang menghiasi jalur lingkar Bawean sehingga suasananya ramai layaknya pawai. Warga bersenang gembira selama medher tersebut.

Apalagi kendaraan yang mereka pakai juga dihiasi beragamn hiasan khas dalam tradisi medher ini. Ada mobil bak terbuka dengan alunan musik dangdut dari soundsystem yang di pasang di mobil. Suaranya menggelegar. Suasananya pun menjadi semakin meriah.

Baca Berita Terkait: Pulau Bawean yang Semakin Indah di Bulan Ramadhan dan Idul Fitri (1)

Di sela-sela kegiatan Medher orang-orang biasanya mampir di beberapa destinasi wisata yang ada di Bawean sesuai rute perjalanan yang dilalui. Orang Bawean kerap memanfaatkan libur Lebaran Idul Fitri dengan mengunjungi pantai dan beberapa tempat wisata yang ada di Pulau Bawean. Mereka yang kebanyakan para perantau yang tengah mudik pun sangat gembira bisa menikmati keindahan tanah kelahirannya.

Tradisi medher ini pula yang mungkin menginspirasi Dirut Atria Tour & Travel Zainal Abidin SE untuk menggelar gowes keliling Pulau Bawean sebagai agenda rutin pariwisata di pulau ini. Sama dengan tradisi medher yang menggairahkan kunjungan wisata, acara gowes ini juga untuk meningkatkan status kepariwisataan Pulau Bawean sebagai destinasi wisata premium selain Gunung Bromo dan Ijen.

Wisata Pulau Cina

Tradisi liburan ini membuat wisata di Pulau Bawean bergairah lagi. Karena itu pengelola tempat wisata pun menambah wahana baru pada libur Lebaran 2022. Seperti terlihat di Wisata Pantai Pulau Cina yang berada di Desa Telukjatidawang, Kecamatan Tambak. Lokasi ini menyiapkan banana boat. Wahana tersebut disambut positif para wisatawan sambil menikmati keindahan laut lepas.

Lokasinya memang cukup jauh. Dari Pelabuhan Sangkapura berjarak sekitar 17 km dan dari Bandara Harun Tohir Bawean sekitar 11 km. Namun, jarak yang cukup jauh itu akan terbayar begitu sampai di lokasi karena pemandangan yang eksotis dan masih asri.

Wisatawan bisa menyewa perahu melalui dermaga desa setempat, atau di Dusun Dedawang dengan harga Rp 20 ribu per orang. Itu sudah bisa bersenang-senang di pinggir pantai sambil menikmati ikan bakar di gazebo, atau juga bisa langsung melakukan snorkling.

Kepala Desa Telukjatidawang, Fahrur Razi, mengatakan, wisata desa perlu adanya inovasi yang bisa membuat daya tarik wisatawan. Memberikan wahana banana boat, membuat wisata di desanya semakin diminati. Apalagi tarifnya sangat terjangkau untuk para pengunjung, hanya Rp 10 ribu saja.

“Ini salah satu inovasi untuk meningkatkan kunjungan wisata di desa kami,” katanya. Wisatawan bisa menikmati Pantai Pulau Cina mulai dari pinggir, ke tengah dan sekitar pantai. “Para wisatawan juga dibekali alat keselamatan pelampung saat berwisata banana boat ini,” tambah Fahrur.

Dengan adanya wahana baru ini, pengunjung disebut meningkat. Jumlahnya mencapai ratusan orang pengunjung per harinya. Pasalnya, mayoritas warga Pulau Bawean yang merantau juga sudah dua tahun menunggu momentum mudik ini, setelah terkendala pandemi Covid-19. “Sejak hari kedua Lebaran, rata-rata wisatawan sekitar 500 sampai 700 orang. Banyak rombongan dari desa-desa baik Kecamatan Sangkapura maupun Tambak liburan ke sini,” tandas Fahrur seperti dikutip dari tribunnews.com. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.