Warga Ukraina Anggap Kudeta Pasukan Wagner Pimpinan Prigozhin Seperti Sirkus

oleh
Pepi Aprianti ukraina
Pepi Aprianti Utami bersama suami, Nikolai, yang seorang engineer, sedang menikmati suasana Kyiv, ibukota Ukraina, yang situasinya semakin membaik.

KYIV| DutaIndonesia.com – Warga Ukraina merespon beragam kudeta pasukan Wagner Group terhadap Pemerintahan Rusia di bawah Presiden Vladimir Putin. Bila dipantau dari respon mereka lewat sosial media, banyak warga Ukraina kaget, senang, bingung, dan banyak pula yang menertawakan kudeta yang tidak berlanjut tersebut.

“Kalau diperhatikan di sosmed netizen Ukraine ya campur campur responnya, ada yang bingung ada yang kaget ada yang ngetawain. Tapi yang pasti mereka gak dukung salah satu, untuk rakyat Ukraina keduanya itu sama-sama penjahat,” kata Pepi Aprianti Utami, warga negara Indonesia yang tinggal di ibukota Kyiv dan bekerja di Radio Ukraina, kepada DutaIndonesia.com, Selasa (27/6/2023).

Warga Ukraina menyebut kudeta itu seperti sirkus. Mengapa? Ya karena awalnya Putin bilang kalau dia merasa Rusia terancam oleh Ukraina dan NATO tapi kenyataan yang terjadi adalah bahwa yang mengancam security Rusia itu ternyata orang Rusia sendiri.

“Ya pasukan Wagner itu kan orang Rusia, mereka mengacau di Rusia, membunuh 13 pilot Rusia, terus pasang barisan pertahanan menuju Moskow untuk menghalangi orang Rusia, terus udah gitu sama Putin, pasukan yang membahayakan security Rusia ini dimaafkan begitu saja ga akan diproses hukum. Seperti sirkus,” katanya.

Kalau dari pemerintah Ukraina sendiri, kata dia, reaksinya juga tidak begitu besar, mereka masih fokus pada counter offensive dan membebaskan desa-desa sedikit demi sedikit. “Memantau aja dan menganalisa tapi tidak ada respon apa-apa. Saya juga tidak tahu kesimpulannya apa dari sirkus Yevgeny Prigozhin kemarin itu,” katanya.

Ditanya soal Yevgeny Prigozhin bos Wagner Group yang kudeta, dia menyebut itulah sirkus tadi.

“Nah iya gitu kan masih anak buahnya Putin juga ya. Rusia itu selalu begitu dari dulu kalau lagi ada masalah dalam negeri mereka selalu bikin kacau di negara-negara tetangganya untuk mengalihkan masalah dalam negerinya sendiri. Makanya perhatikan deh setiap 4 tahun sekali pasti ada aja yang diserang Rusia,” katanya.

Seperti diketahui Presiden Rusia Vladimir Putin akhirnya muncul menyampaikan pidato pertamanya pasca-kudeta. Dia mengaku berterima kasih kepada pasukan tentara swasta Wagner Group karena telah membatalkan mobilisasi pemberontakan pada akhir pekan lalu.

Namun alih-alih menghukum bos Wagner Group, Yevgeny Prigozhin, dan prajuritnya usai menyerbu markas militer di Rostov, Putin malah mengapresiasi tentara swasta itu karena dianggap telah mengambil keputusan yang benar.

“Saya berterima kasih kepada para prajurit dan komandan Wagner Group yang telah mengambil satu-satunya keputusan yang tepat. Mereka tidak melakukan pertumpahan darah antara sesama saudara, mereka berhenti sebelum keluar batas,” ucap Putin dalam pidato perdananya di publik pada Senin (26/6’2023) usai pemberontakan Wagner Group.

Dalam kesempatan itu, Putin juga memberi tiga opsi bagi Wagner Group. Pertama, kesempatan untuk kembali berbakti pada Rusia dengan menandatangani kontrak di bawah Kementerian Pertahanan.

Kedua, Putin menawarkan pasukan Wagner Group agar keluar dari keanggotaan dan kembali kepada keluarga.
“(Kami memberikan) kesempatan untuk terus melayani Rusia dengan menandatangani kontrak di bawah Kemhan dan lembaga penegak hukum lainnya, atau kembali kepada keluarga dan kerabat Anda,” ucap Putin seperti dikutip CNN.

Putin juga memberi opsi ketiga yakni mengizinkan pasukan Wagner Group pergi ke Belarusia, sekutu dekat Rusia.

“Siapa pun yang mau bisa pergi ke Belarusia,” kata Putin.

Dalam pidato itu, Putin juga mengklaim telah memberikan perintah supaya menghindari pertumpahan darah selama pemberontakan bersenjata itu berlangsung.

“Sejak awal peristiwa, atas perintah saya, langkah-langkah diambil untuk menghindari pertumpahan darah besar-besaran,” kata Putin dalam pidato yang disiarkan televisi itu. (gas/cnni)

No More Posts Available.

No more pages to load.