Dinilai Akuntabel dan Transparan, LKPP Puji Program Jatim Bejo Pemprov Jatim

oleh

Transparansi Pengadaan Barang-Jasa

Menanggapi pujian tersebut, Gubernur Jawa Timur menyampaikan terimakasih atas apresiasi yang diberikan LKPP kepada Pemprov Jawa Timur. Menurutnya, Jatim Bejo adalah Ikhtiar bersama untuk membangun sekaligus meningkatkan akuntabilitas, transparansi dalam pengadaan barang/jasa di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota seluruh Jawa Timur. 

Khofifah berharap, pemanfaatan Jatim Bejo bisa semakin meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengadaan barang/jasa melalui optimalisasi pemanfaatan e-marketplace dalam bentuk toko daring. 

Selain itu, juga mampu memberikan kontribusi positif dalam peningkatan peran pelaku usaha mikro dan kecil (UKM). Hal ini sejalan dengan harapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa e-marketplace atau belanja online bisa menunjang UKM dalam menemukan akses market yang lebih luas dan besar.

“Dalam arti yang lebih luas platform ini harus mampu menciptakan perlindungan berusaha kepada pelaku usaha, baik UMKM maupun pelaku usaha menengah dan besar secara proporsional dan adil. Insya Allah dengan Jatim Bejo terus bisa memberikan support akses bagi para UMKM yang telah menjadi backbone perekonomian di Jatim. Pasalnya UMKM telah berkontribusi bagi PDRB Jatim sebesar 57,25%,” imbuhnya.

Sementara itu, Pemprov Jatim memberikan penghargaan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jatim, Pemkab/Pemko di Jatim, pengadaan makan dan minum, vendor serta jasa sewa di tahun 2021. Adapun penghargaan yang diberikan antara lain kepada Pemerintah Kabupaten/kota dengan Transaksi Terbanyak dalam Pemanfaatan Pengadaan Barang/Jasa kepada Pelaku UMK Jawa Timur, Melalui Jawa Timur Belanja Online (Jatim Bejo) yaitu Peringkat 1 Kota Malang, Peringkat 2 Kota Batu, dan Peringkat 3 Kabupaten Sidoarjo. 

Perangkat Daerah dengan Total Transaksi dan Total Pesanan Terbanyak dalam Pemanfaatan Pengadaan Barang/Jasa kepada Pelaku UMK Jawa Timur, Melalui Jawa Timur Belanja Online (Jatim Bejo) yaitu Peringkat 1 Disnakertrans Prov. Jatim, Peringkat 2 Dinkes Prov. Jatim, Peringkat 3 Dishut Prov. Jatim, Peringkat 4 Dinas PRKP dan CK Prov. Jatim, Peringkat 5 DPMDes Prov. Jatim, dan Peringkat 6 BPKAD Prov. Jatim.

Sementara Vendor Usaha Mikro Kecil dengan Transaksi Terbanyak pada Kategori Makanan dan Minuman antara lain Peringkat 1 CV. Aisya, Peringkat 2 Muktirasa Catering, Peringkat 3 CV. Minang putra. Adapun Vendor Usaha Mikro Kecil dengan Transaksi Terbanyak pada Kategori Jasa Sewa yaitu Peringkat 1 PT. Duta Aflah Perdana, Peringkat 2 CV. Andra Jaya Pasti, dan Peringkat 3 CV. Bintang Baru Timur.

Turut menghadiri kegiatan tersebut bupati/walikota se-Jatim, para Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim, Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa Pemkab/Pemko se-Jatim, pelaku usaha UMK yang tergabung dengan Program Jatim Bejo. (gas) 

No More Posts Available.

No more pages to load.