Penguatan Posko Banjir
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga berharap setiap daerah yang masuk kategori rawan banjir untuk segera membentuk Posko Banjir utamanya disetiap titik titik yang disiagakan. Tak hanya itu, setiap daerah juga harus mulai memantau tanggul tanggul sungai yang dianggap kritis. Serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang berada di wilayah desa terpencil.
“Koordinasi secara detail harus terus dilakukan dengan lintas sektor. Para Relawan harus menjadi tim terdepan dalam mengantisipasi dari setiap bencana banjir yang tidak diinginkan,” terangnya.
Tak lupa, Khofifah juga mengingatkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat termasuk didalamnya OPD serta elemen strategis lainnya harus dilandasi dari keadaan geografis Indonesia yang berada dalam kawasan ring of fire dimana itu artinya daerah rawan terjadinya bencana.
Dihadapan peserta Apel Siaga Banjir, Khofifah mengingatkan kepada seluruh jajaran dinas maupun OPD yang bertugas untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus mengantisipasi Banjir melalui deteksi dini, pemetaan, kewaspadaan dan kesiapsigaan utamanya dalam checking seluruh alat pompa, kondisi AKI, alat penerangan, hingga alat alat berat sedetail mungkin.
“Mulai hari ini dicek seluruh alat, pastikan semua dalam kondisi bisa terpakai dan digunakan mengantisipasi Banjir di musim penghujan. Juga alat alat berat harus dipastikan bisa berfungsi dengan baik,” ungkapnya.
Guna memastikan upaya pencegahan banjir di Kec. Rejoso terlaksana dengan baik, Khofifah juga berkesempatan meninjau Pintu Air Margomulyo dengan luasan area 154 ha Disela sela peninjauannya, Khofifah berkesempatan meninjau bersih – bersih di area sekitar tanggul di Posko pantau siaga banjir Bendung Margo Mulyo Kecamatan Rejoso Kab. Nganjuk. (gas)














