JAKARTA|DutaIndonesia.com – Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang juga adik kandung mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Lily Khodijah Wahid, meninggal dunia. Kabar meninggalnya Lily Wahid beredar di media sosial, termasuk via WhatsApp yang diterima Redaksi DutaIndonesia.com.
Isinya: ”Telah berpulang ke Rahamatullah Ibu Nyai Hj Lily Khodijah Wahid binti KH A. Wahid Hasyim pada hari Senin, 9 Mei 2022 pukul 16:28 di RSCM Jakarta.”
Inshaa Allah jenazah akan dimakamkan di pesantren Tebuireng Jombang besok berangkat dari rumah duka Selasa 10 Mei 2022 pukul 05:00
Mohon dimaafkan kesalahan Beliau semasa hidupnya.
Allahummaghfirlaha warhamha wa’afiha wa’fuanha…
Keluarga Besar Hj Lily Chodijah Wahid
Keluarga Besar A. Wahid Hasyim
Lily Wahid sebelumnya dirawat di Pusat Jantung Terpadu Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Lily Wahid dirawat karena mengalami gangguan jantung.
Menurut keponakannya, Alissa Wahid, Lily pada akhir April 2022 lalu telah menjalani proses pemasangan stent atau ring di jantungnya di Jakarta Heart Center, Matraman, Jakarta dan sempat mengalami komplikasi sepsis.
Selama hidupnya, Lily dikenal sebagai aktivis NU dan politisi yang tangguh.
Dikutip dari laman Ponpes Tebuireng, Lily Chodidjah Wahid atau yang akrab dipanggil Lily Wahid adalah adik kandung Gus Dur. Ia lahir pada 4 Maret 1948, anak kelima dari pasangan suami istri KH Wahid Hasyim-Ibu Nyai Solichah Wahid Hasyim.
Sejak muda, Lily dikenal sebagai pribadi gemar membaca dan menyukai seni. Pendidikan Lily Chodidjah Wahid sama seperti sekolah kakak-kakaknya, yaitu di SD Perwari.
Ketika duduk di bangku SMA, Lily telah aktif di IPPNU dan KAPPI. Ia bahkan menjabat ketua 1. Ia juga yang memindahkan IPPNU dari Yogyakarta ke Jakarta.
Setelah tamat SMA, Lily diterima di Fakultas Kedokteran UI. Namun hanya bertahan sampai tingkat III. Keinginannya menjadi dokter tidak terpenuhi karena menikah dengan Najamuddin Rosyidi pada 1970, yang masih terhitung pamannya.
Lily kemudian terjun ke dunia politik dengan masuk ke PKB. Ia sempat menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014. Ia saat itu duduk di Komisi I.
Selama hidupnya, Lily Wahid dikenal sebagai sosok politikus yang teguh. Ia berbeda dengan sikap partainya dalam voting pemunculan opsi AC. Aksinya ini pun menuai sanksi.
Akibatnya, Lily dipecat dari PKB. Saat itu, Lily dan anggota DPR Fraksi PKB lainnya, Effendi Choirie alias Gus Choi, menggugat Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di PN Jakpus. Tuntutannya, meminta majelis hakim mencabut surat pemberhentian mereka dari keanggotaan PKB. Namun, kasasinya ditolak.
Kini, sosok Lily Wahid telah tiada. Jenazah Lily Wahid akan dimakamkan di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur Selasa (10/5) pukul 05.00 WIB. (
(det/nas)









