Vaksinasi Lansia
Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto menyampaikan, bahwa capaian positif serta pujian dari berbagai pihak tidak boleh membuat Jatim berpuas diri. Karena masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Misalnya pada vaksinasi lansia.
“Kita tidak boleh puas, kita harus menyelesaikan yang belum bagus. Utamanya vaksinasi lansia yang juga menjadi indikator dari penentuan level PPKM,” paparnya.
Secara khusus, Suharyanto mengajak seluruh Pemerintah dan Forkopimda Kab/Ko untuk fokus pada pemenuhan target vaksinasi lansia.
Dirinya memaparkan 21 Kab/Kota menjadi penopang didapatnya Level PPKM Prov Jatim menjadi Level 2 karena capaian vaksinasi lansia yang melebihi target. Sedangkan 17 Kab sisanya dirasa Suharyanto masih perlu mengejar target.
“17 Kabupaten itu capaian vaksinasinya masih dibawah 40%. Kita sekarang fokus supplai vaksin kepada daerah-daerah yang memang kurang untuk capaiannya,” jelasnya.
Sehingga menurut Suharyanto, strategi yang paling tepat adalah bersinergi dengan seluruh pihak yang ada, baik dari Pemerintah, TNI, Polri, Nakes, Masyarakat.
“Intinya sinergi atau kerjasama berbagai pihak ini sangat penting,” tukasnya.
Suharyanto kemudian juga memaparkan bahwa strategi kreatif dsn inovatif dalam upaya meningkatkan capaian vaksinasi dirasa sangat perlu.
“Karena sudah banyak contohnya. Misalnya di Malang yang memberikan sembako usai vaksin. Di Situbondo ada reward dan punishment bagi Kepala Desa yang capaian vaksin rendah, serta operasi PPKM gabungan seperti yang dilakukan Kota Surabaya. Vaksinasi door to door juga sangat memberikan dampak bagus,”jelasnya.
Relokasi stok vaksin juga sangat berpengaruh dalam strategi percepatan vaksinasi. Suharyanto kemudian mengatakan kepada tiap-tiap daerah jika ada stok vaksin yang tidak diminati untuk segera melapor.
“Agar kita bisa lakukan relokasi vaksin. Bisa diserahkan ke Kodam atau bertukar dengan daerah yang lainnya,” paparnya.














