Khusus untuk antisipasi kedatangan PMI, Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa jajaran Forkopimda Jawa Timur telah melakukan berbagai upaya mitigasi yang komprehensif. Tecatat 129 orang PMI telah masuk melalui Bandara Juanda pada Sabtu (22/1) lalu dan secara reguler masih akan bertambah sesuai jadwal kedatangan.
“Khusus PMI dan PPLN (Pelaku Perjalanan Luar Negeri) , ada perlakuan Entry dan Exit Test. Dan keduanya harus sama-sama clear. Jika ditemukan kasus positif maka harus dilakukan Tracing menyeluruh, minimal 1 kasus 15 orang yang terdeteksi kontak erat,” pesannya.
Selain itu, Gubernur Khofifah juga telah mengaktifkan kembali Isoter-Isoter. Oleh sebab itu, dirinya meminta kerjasama dari seluruh Tenaga Kesehatan (nakes) dan relawan untuk bisa kembali bersiap-siaga dan membangun sinergitas yang baik.
“Keberadaan Isoter harus segera dilakukan Reaktivasi, Nakes dan Relawan juga harus turut disiapkan,” tandasnya.
Turut hadir dalam kegiatan apel ini, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Pangkoarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto, Pj Sekdaprov Jatim Wahid Wahyudi dan beberapa Kepala OPD Pemprov Jatim. (gas)













