Sinergi PTM
Khofifah menegaskan, bahwa sinergi juga terus dilakukan dengan mengkoordinasikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang sudah berjalan dengan tim covid yang mengawasi secara ketat di unit pendidikan.
“Konsolidasi bersama ini menjadi penting sekaligus sebagai kewaspadaan terhadap potensi dari munculnya kasus baru,” tandasnya.
Pemprov Jatim, lanjut Khofifah terus menyiagakan fasilitas kesehatan seperti konversi tempat tidur (TT) 30-40 persen dari total kapasitas Rumah Sakit. Penataan sistem rujukan dan pemantauan isoter dengan pemanfaatan telemedicine juga dioptimalkan.
Selain itu, pemenuhan SDM dan Logistik baik APD, Oksigen hingga Alkes serta pencatatan dan pelaporan data terus disiapkan.
Terkair penanganan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Gubernur Khofifah menyatakan, pada tanggal 22 Januari 2022, gelombang PMI tiba di Bandara Juanda sebanyak 129 orang PMI asal kedatangan dari Malaysia. Tanggal 26 nanti direncanakan juga akan datang lagi sebanyak 164 orang, kita semua harus siap untuk melakukan karantina dan memberikan layanan terbaik kepada para tenaga migran.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan serta antisipasi kedatangan PMI, Forkopimda Jawa Timur telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana karantina bagi PMI secara matang.
Khofifah berharap, kabupaten/kota bisa memberikan pelayanan terbaik kepada para PMI. Para PMI ini adalah mereka yang telah berjuang di negara lain dan terkadang para PMI di negara mereka bekerja kurang mendapatkan perlakuan baik
“Saya selalu berpesan kepada tim dari Pemprov Jatim jangan dipulangkan saudara kita PMI pulang dalam keadaan setengah sehat. Namun harus betul betul sehat,” tegasnya.
Dihadapan bupati/walikota yang hadir, Khofifah menggaris bawahi agar kabupaten/kota senantiasa memberi pelayanan penjemputan kepada para PMI yang telah dinyatakan negatif di tempat karantina. “Saya mohon kepada para bupati/walikota untuk berkenan menjemput masyarakat yang akan pulang ke tempat tinggal,” ungkapnya.
Diakhir arahannya, Khofifah meminta kepada semua pihak untuk kembali turun menangani dan mencegah meningkatnya varian omicron. Termasuk pelibatan Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Kepala Desa.
“Pentahelix ini mari kita ajak kembali untuk turun dan menggandeng kampus kampus bergerak bersama memberi pemahaman kepada masyarakat. Utamanya wilayah aglomerasi seperti Surabaya, Malang Raya, Madiun dan wilayah lain yang bisa memberi penguatan agar Omicron bisa terantisipasi seperti penanganan Varian Delta.











