Hari Pangan Sedunia, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Ketahanan Pangan dengan Tiga Langkah Sederhana

oleh

Ketahanan Pangan Keluarga

Kedua, berkebun atau bercocok tanam di lingkungan rumah sendiri. Cara tersebut dinilai sangat efektif. Karena ketahanan pangan bisa diraih jika masyarakat memulainya dari level yang terkecil, yaitu membangun ketahanan pangan keluarga.

“Diharapkan setiap rumah tangga bisa mengoptimalisasi sumber daya yang dimiliki, termasuk pekarangannya dalam menyediakan makanan bagi keluarga,” jelasnya. 

Lalu ketiga, masyarakat diharapkan dapat lebih menghargai makanan dan lingkungan dengan mengurangi untuk membuang makanan. Termasuk mengurangi sampah makanan adalah hal yang paling sederhana, tetapi memiliki dampak yang sangat besar. 

“Food waste, menurut FAO, mengacu kepada makanan yang dibuang, padahal produk makanan atau produk makanan alternatif tersebut masih aman dan bergizi untuk dikonsumsi. Misal, makanan yang tidak kita habiskan karena masalah rasa atau mengambil terlalu banyak,” jelas Khofifah. 

Apalagi menurut data yang ada, Indonesia merupakan produsen sampah makanan terbesar ke-2 di Dunia. Tigabelas juta ton makanan yang terbuang sama dengan kebutuhan pangan 11 % orang Indonesia atau setara dengan kebutuhan 28 juta jiwa. 

Sementara menurut data Bappenas, perkiraan _food waste_ Indonesia berkisar pada angka 23 juta-48 juta ton/tahunnya. Sedang makanan konsumsi yang terbuang di Indonesia bisa mencapai 115-184 kg perorang dalam setahun. 

“Perhitungan angka 115 – 184 kg per orang per tahun itu termasuk perhitungan dari _food loss_, dari sisi produksi. Mulai dari beras ditanam sampai ke piring kita,” jelasnya. 

Sementara limbah makanan itu sendiri, ternyata dapat mengakibatkan dampak kerugian ekonomi sebesar Rp. 213 triliun hingga Rp. 551 triliun pertahunnya. 

Bila jumlah penduduk Jawa Timur pada 2020 mencapai 40.665.700 jiwa (Jatim Dalam Angka/BPS 2021), potensi food waste di Jatim berkisar pada 4.676.555,5 – 7.482.488,8 ton pertahun atau sekitar 15,59 % – 20,33 %.Tingginya angka _food waste_ tersebut tentu dapat berdampak pada perekonomian dan sektor lainnya.

“Oleh karena itu diharapkan, masyarakat bisa mulai merubah pola pikir dan kondisi saat ini dapat menyadarkan kita agar lebih bijak dalam mengelola makanan,” jelasnya. 

No More Posts Available.

No more pages to load.