Khofifah Panen Rekom Pilgub 2024

oleh
Khofifah PAN Zulhas Kiai asep emil

 

SURABAYA| DutaIndonesia.com – Setelah Partai Golkar, kini Partai Amanat Nasional (PAN) secara resmi mengumumkan Khofifah Indar Parawansa sebagai bakal  Calon Gubernur Jawa Timur (Cagub Jatim) dari partainya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak November 2024 mendatang. Meski tak lazim, tapi keputusan PAN mengawali mengusung Khofifah menjadi bakal cagub 2024 itu dinilai sebagai strategi yang tepat dan cerdas.

“Ya, memang itu tak lazim tapi strategi yang cerdas. Apalagi berdekatan dengan kontes pilpres maka dugaan untuk kepentingan menjadi tak terelakkan,” kata Surokim Abdus Salam, Peneliti Senior SSC dan dosen Komunikasi Politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), kepada DutaIndonesia.com, Rabu (6/12/2023).

Surokim menjelaskan,bahwa Gubernur Khofifah akan panen rekomendasi untuk melanjutkan kepemimpinannya di Jatim selama lima tahun ke depan. Pasalnya, Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama itu sudah menjadi rebutan parpol untuk menjadi tim pemenangan Pilpres maupun maju sebagai kandidat cagub 2024.
.
“Bu Khofifah menjadi rebutan dan akan panen rekom karena parpol berkepentingan terkait pileg dan pilpres 2024. Semua berharap efek elektoral dari dukungan yang diberikan Beliau. Tentu saja masih banyak alasan yang lain terkait pemberian dukungan tersebut karena memang Bu Khofifah punya daya magnet elektoral yang yahui di Jatim. Pemberian rekom lebih awal  tentu saja menjadi hak parpol dan sejauh ini memang pertimbangan paling utama ya ingin mendapat coattail effect (efek ekor jas) tokoh itu,” katanya.

Namun dia membenarkan masih banyak alasan praktis pragmatis lain. Selain PAN, parpol yang sudah memberi dukungan secara terbuka kepada Khofifah adalah Partai Golkar.

“Tentu alasan praktis yang lain masih banyak termasuk terkait dukungan dalam pilpres. Sejauh ini yang sudah terbuka menyampaikan dukungan ada PAN dan Golkar yang kebetulan dua-duanya mendukung paslon 02 dalam pilpres 2024. Tapi saya pikir dukungan akan terus mengalir ke Bu Khofifah dan bisa jadi tidak dalam satu koalisi pilpres saja mengingat elektabilitas Beliau di Jatim termasuk kategori menjanjikan. Ya memang pilkada masih lama tapi saya pikir itu bagian dari strategi parpol untuk mendapat efek dukungan lebih awal di pileg dan pilpres,” katanya.

Untuk Pilpres 2024, Surokim meyakini kalau Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengusung capres Prabowo Subianto dan cawapres Gibran Rakabuming Raka akan lebih proaktif dan lebih menjemput bola sejak awal di saat partai lain belum menentukan untuk menguatkan dukungan dari Khofifah. Selama ini Nasdem disebut sering mengawali memutuskan untuk mencalonkan tokoh dalam pilkada.

“Nasdem saya pikir masih fokus melihat dinamika koalisi di pilpres sehingga belum fokus di Jatim,” katanya.

Sebelumnya PAN secara resmi mengumumkan Khofifah sebagai bakal  Cagub Jatim pada Pilkada Serentak 2024 mendatang. Keputusan ini menjadikan PAN sebagai partai pertama yang memberikan dukungan kepada Khofifah maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim sebagai calon petahana.

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) saat menghadiri acara konsolidasi calon anggota legislatif (Caleg) PAN di Surabaya, Senin (4/12/2023). Zulhas mengungkapkan bahwa keputusan ini didasarkan pada wasiat almarhum KH Hasyim Muzadi, mantan Ketum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Selain itu, Zulhas mengaku melihat sendiri secara nyata kemajuan Jawa Timur selama dipimpin oleh Khofifah. Menurutnya, kinerja Khofifah sangat baik. Karenanya, kata Zulhas, PAN secara bulat dan yakin kembali memberi dukungan terhadap Khofifah untuk  maju kembali dalam Pilkada 2024 mendatang sebagai Calon Gubernur.

“Mudah-mudahan InsyaAllah Ibu Khofifah akan terpilih untuk kedua kalinya,” kata Zulhas.

Sebagai informasi, pada Pilkada 2018 lalu, Khofifah Indar Parawansa yang berpasangan dengan Emil Elestianto Dardak juga didukung oleh PAN bersama Partai Demokrat, Nasdem, Golkar, PPP, dan Hanura. Khofifah-Emil berhasil meraup suara sabanyak 53,55 persen atau 10.465.218 suara. Khofifah menjadi Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur.

Saat dimintai tanggapan soal dukungan PAN ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan rekomendasi  PAN tersebut. Menurutnya, dukungan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dirinya selama memimpin Jawa Timur bersama Emil Dardak. Namun, Khofifah mengaku akan fokus terlebih dahulu menyelesaikan amanat rakyat sebagai Gubernur Jawa Timur yang akan berakhir pada 31 Desember 2023 ini.

“Terima kasih dukungan  semua pihak untuk InsyaAllah maju kembali pada (Pilkada) 2024. Mohon doa semuanya, InsyaAllah saya akan mengakhiri periode ini pada akhir Desember 2023,” tuturnya. (gas)

No More Posts Available.

No more pages to load.