Lapas Tangerang Terbakar 41 Tewas

oleh
Suasana di Lapas Tangerang usai kebakaran.

Kebakaran terjadi di blok C2 yang merupakan sel untuk kasus narkotika. Namun, ada kabar, napi kasus terorisme ikut menjadi korban dalam kebakaran lapas tersebut.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Rika Apriyanti mengaku masih mendata identitas korban. Dia belum bisa memastikan kebenaran kabar itu.

“Sementara ini, info di blok C2 itu kasus narkotika. Tapi kepastian data akan kami update lagi, karena kami masih identifikasi penanganan korban baik meninggal dunia maupun luka,” ujar Rika di Lapas Kelas I Tangerang.

Blok C2 Lapas Kelas I Tangerang yang terbakar pada Rabu dini hari (8/9/2021), ternyata kelebihan kapasitas. “Kalau kondisi Lapas memang over capacity. Dari kapasitas yang seharusnya hanya 40, tapi diisi 120an,” ungkap Rika Aprianti.

Di dalam Blok C2 tersebut menurut Rika, terdapat 19 sel tahanan. Sel tersebut seharusnya diisi 40 tahanan saja, namun diisi oleh 120an tahanan.

Secara keseluruhan Lapas Kelas I Tangerang hanya diisi oleh 900 tahanan saja, namun saat ini diisi oleh 2.069 orang. “Tentunya over capacity ini bukan alasan, tapi tantangan yang harus kami hadapi. SOP tetap kami jalani, tetap berjalanan, apalagi penanganan kebakaran seperti ini,” kata Rika.

Lapas Kelas I Tangerang kebakaran sekitar pukul 01.45 Wib, api mulai padam sekitar pukul 04.00 Wib. Sebanyak 41 korban tewas, 72 korban luka-luka ringan dan 8 korban luka berat, total 122 korban akibat kebakaran tersebut.

Dirjen PAS Kemenkumham Reinhard Silitonga mengatakan, kebakaran ini diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik. “Jadi di blok ini lah terjadi diduga awal hubungan pendek, ini musibah yang dialami di Lapas Kelas I Tangerang kami berupaya terus mengamankan yang masih ada di blok lain,” ujar dia. (det/l6)