Teladani Perjuangan
Khofifah juga mengajak kepada seluruh masyarakat Jatim terutama generasi muda untuk meneladani jejak perjuangan dan pengorbanan para pahlawan nasional. Serta terus membangun komitmen bahwa ada perjuangan, pengorbanan dan keteladanan dari para pahlawan nasional.
“Seringkali kita mendengar bahwa Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa memberikan penghormatan, menghargai jasa-jasa para pahlawannya. Yang selalu kita bisa teladani dan pelajari dari para Pahlawan ialah kerelaan untuk berkorban demi kedaulatan bangsa dan negara. Untuk itu, bagi mereka yang telah gugur mari kita mendoakan agar diberikan tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Khofifah.
Sementara itu Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan bahwa acara tabur bunga ini untuk menghargai jasa para pahlawan terutama pahlawan laut yang telah gugur dalam berjuang menegakkan kedaulatan NKRI. Serta untuk menumbuhkan semangat para prajurit laut saat ini untuk terus menjaga kedaulatan NKRI.
“Termasuk para prajurit di KRI Nanggala 402 yang melakukan operasi latihan di Laut Bali telah gugur dan tentunya juga masuk di dalam acara ini. Kita hormati, kita hargai perjuangan mereka sekaligus pengingat jasa 53 prajurit yang telah gugur tersebut,” katanya.
Sebagai informasi, prosesi upacara tabur bunga ini dilakukan di atas KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 yang berlayar melintasi perairan di sekitar Selat Madura. Upacara ini dipimpin langsung oleh KASAL Laksamana TNI Yudo Margono. Upacara ini diperingati setiap tahun oleh TNI AL untuk mengenang pertempuran yang terjadi di Laut Arafuru antara tentara Indonesia melawan Belanda untuk mempertahankan Irian Barat.












