SURABAYA| DutaIndonesia.com– Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Jawa Timur senantiasa mengambil peran strategis di tengah perubahan masyarakat. Kali ini, ISNU Jatim menggelar Halaqoh Nasional Sarjana Nahdlatul Ulama dengan tema “Masa Depan Indonesia di Tengah Tekanan Ekonomi dan Geopolitik Global: Agenda Intelektual Nahdliyin di Awal Abad Kedua”.
Kegiatan ini bagian dari rangkaian menyemarakkan MUNAS dan KONBES NU.
Acara diselenggarakan di Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri, Minggu 21 Juni 2026, mulai pukul 08.00 hingga selesai.
Pj Ketua PW ISNU Jawa Timur, Prof. Dr. H.M. Afif Hasbullah, yang juga Ketua Panitia, menyampaikan pentingnya peran intelektual Nahdlatul Ulama dalam mengantisipasi perubahan global yang cepat.
“Indonesia menghadapi perubahan dunia sangat cepat dan penuh ketidakpastian. Konflik dan ketegangan geopolitik berdampak pada stabilitas ekonomi, keamanan energi, dan ketahanan pangan nasional,” kata Prof Afif.
Halaqoh dibagi dalam dua sesi pembahasan dengan tokoh nasional sebagai pembicara:
Sesi Pertama: Menjaga Kedaulatan dan Keadilan Sosial. Pembicara: Menteri Agama Prof. Dr. KH.Nasruddin Umar, Prof. Dr. HM Mas’ud Said (Waketum PP ISNU/Komisaris Bank Jatim), Menteri PPPA Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, Dr. Aris Adi Leksono (Ketua KPAI),Dr. Abdul Ghoffar (Komisioner Ombudsman RI) dan Prof. Dr. H.M. Afif Abdulloh, sendiri.
Sesi Kedua: Membangun Ketahanan Ekonomi dan Sumber Daya Nasional.
Pembicara: Prof. Dr. Phil. Kamuruddin Amin (Ketum PP ISNU/Sekjen Kemenag), Prof. Dr. KH Ali Masykur Musa (Ketum JATMAN/Komisaris PLN), Hj. Yenny Wahid (Direktur Wahid Institute), H. Nusron Wahid (Menteri ATR/Kepala BPN), Dr. KH Reza Ahmad Zahid (Rektor UIT Kediri), dan Ubaidillah (Ketua KPI Pusat).
“Kita harus membangun strategi ketahanan nasional yang kuat, mandiri, serta berkelanjutan—tidak hanya kemajuan ekonomi dan teknologi, tapi juga ketangguhan spiritual dan sosial,” ujar Prof. Afif.
Pengasuh Pondok Pesantren Matholiul Anwar, Karanggeneng, Lamongan ini berharap forum ini mengantar rekomendasi strategis bagi kebijakan NU dan bangsa.
Pendaftaran peserta dapat melalui bit.ly/halaqohisnu. Informasi lebih lanjut hubungi Moch. Dawud. (ria)













