JOMBANG | DutaIndonesia.com – Di tengah berlangsungnya Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU)di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas,Jombang, Baznas RI meluncurkan program beasiswa untuk 2.500 santri. Selain bertujuan membantu santri bisa kuliah di perguruan tinggi, sekaligus sebagai upaya mengangkat status sosial santri menjadi masyarakat kelas menengah atas.
Itu sebabnya, Ketua Baznas RI Dr. Ir. H. Sodiq Mudjahid M.Sc, selalu mendorong agar santri tidak hanya menempuh pendidikan agama saja tetapi harus menguasai sains, teknologi, engineering dan matematika.”Kita upayakan agar santri bisa naik status sosialnya ke menengah atas,” Katanya.
Peluncuran program beasiswa santri 2026 diselenggarakan di Ponpes Al-Wahabiyah I, Tambakberas, Jombang, Sabtu (29/8/2026). Hadir dalam acara tersebut antara lain seluruh jajaran pimpinan BAZNAS RI, Direktur Ponpes Kemenag RI, tuan rumah Bu Nyai Munjidah Wahab, serta seluruh Mitra BAZNAS RI, Ketua Gerakan Pengasuh Pesantren Indonesia (GAPPI) – KH. Muhammad Cholil Nafis Lc. MA. Ph.D Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU – KH Hodri Arief, MA. Selain itu juga hadir Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Pusat Muhammadiyah – Dr. H. Maskuri, M.Ed dan Ketua Bidang Tarbiyah PP Persis – Dr. Tiar Anwar Bachtiar, M. Hum.
Menurut Sodiq, kelompok menengah atas lebih terbuka menjadi penguasa, baik bidang politik, ekonomi dan lain-lain, sehingga santri melalui program beasiswa BAZNAS diharapkan bisa terwujud transformasi peningkatkan kualitas SDM Indonesia melalui kuliah di pendidikan tinggi.
Data dari Kemenag, saat ini jumlah santri di Indonesia sebanyak 42.800 santri. Sebanyak 73 persen dari pesantren NU, sisanya dari Ponpes yang dikelola Ormas Islam lainnya. (Nur Fakih)












