Awas! Penipu Catut Baim Wong Hantui PMI di Hongkong

oleh
Hj Siti Fatimah Angelia bersama Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa.
Hj Siti Fatimah Angelia bersama Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa.

HONGKONG| DutaIndonesia.com – Penipu dengan modus “Giveway ala Baim Wong” giliran mentarget para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hongkong. Penipu yang diduga berada di Indonesia ini awalnya meretas akun Facebook (FB) Ketua Pengurus Cabang Internasional (PCI) Muslimat Nahdlatul Ulama (MNU) Hongkong-Macao, Hj Fatimah Angelia. Pelaku kemudian mendapat nomor WhatsApp (WA) Fatimah. Hingga sekarang penipu masih gentayangan mencari korban para PMI di Hongkong.

Saat dihubungi DutaIndonesia.com dan Global News, Hj Siti Fatimah Angelia menunjukkan kronologinya. Mulai tampilan akun Facebooknya yang sudah diretas dengan postingan orang lain berisi tulisan, “Alhamdulillah terima kasih Pak Baim dan Ibu Paula semoga rezekinya dimudahkan dan dilancarkan, aamin. Bagi teman-teman yang mau ikut giveawaynya bisa chat saya atau langsung chat no wa adminnya 0838 7991 5202.”

Postingan pelaku di akun Facebook itu disertai gambar beberapa lembar uang seratus ribuan, dan bukti transfer bank senilai Rp 10.750.000. Tujuannya untuk meyakinkan para calon korbannya, yang diduga, para pengikut akun FB Fatimah Angelia.

Hati-hati dengan modus penipuan mengatasnamakan artis.

“Saya tahu FB saya di-hack juga dari orang lain. Teman itu memberi tahu, FB saya dihack disertai bukti tangkapan layar termasuk komentar-komentar dari teman yang lain, yang penasaran dengan isi postingan tersebut, yang seolah saya dapat giveaway dari Baim dan Puala. Padahal, saya tidak tahu apa-apa,” katanya kepada DutaIndonesia.com dan Global News, Kamis (20/6/2024).

Selanjutnya berbekal nomor WA itu, penipu yang bisa mengkamuflase, mengubah suara dan wajahnya, mirip Baim Wong menghubungi Fatimah. Memberi tahu dia mendapat hadiah Rp 50.750.000 dari Baim Wong dan diminta trasfer Rp 750.000 untuk biaya sementara administrasi dan kwitansi. Tapi pelaku harus gigit jari sebab arek Surobowo yang sudah lama tinggal di Hongkong itu sudah merasa bahwa itu merupakan modus penipuan. Namun, penipu terus saja beraksi mencari korban lain para PMI yang dekat dengan Fatimah.

“Saya giliran jadi targetnya. Dia mau menipu tapi kena batunya. Tapi, teman-teman banyak yang sudah jadi korban,” ujarnya.

Fatimah mengaku baru tahu ketika banyak teman-temannya memberi informasi telah mentransfer uang ke nomor rekening tertentu, dengan mengatasnamakan dirinya. Ada yang transfer Rp 1 juta, ada yang Rp 2 juta, atau Rp 3 juta.

“Tapi ternyata ada juga yang sampai Rp 38 juta. Penipu itu gagal menipu saya, sebab saya tidak percaya omongannya. Dia menelepon saya, video call, pakai wajah pada nomor WA dengan wajah Baim Wong, suaranya dibuat seperti suara Baim Wong, tapi saya tidak percaya omongannya soal saya dapat giveaway Rp 50 juta. Saya di WA pakai nomor dan nama Admin Baim Wong. Saya disuruh isi data, tapi saya suruh isi sendiri sama dia. Apalagi saat saya diminta transfer dana untuk keperluan mencairkan hadiah itu. Saya tahu itu modus penipuan,” kata Hj Fatimah kepada DutaIndonesia.com dan Global News.

Jangan pernah mentransfer uang tanpa dilakukan recek dulu.

Tapi tak lama kemudian, ada WA dari nomor lain yang seakan kenal dengan dirinya. Tujuannya meyakinkan Fatimah bahwa giveaway dari Baim Wong itu benar. Termasuk harus mentransfer uang dulu Rp 1 juta untuk keperluan administrasi yang nantinya dikembalikan. Tapi sekali lagi Fatimah tidak percaya. “Saya jawab, saya tak punya uang Rp 1 juta,” katanya.

Namun dia sedih saat tahu bahwa penipu dengan nomor telepon Indonesia itu ternyata berhasil mempedaya teman-temannya di Hongkong. Dia tahu setelah para korban mengontaknya memberi tahu telah mentransfer sejumlah uang. Padahal, dirinya tidak melakukannya.

“Seharusnya, teman-teman yang jadi korban itu, kontak saya dulu, mengecek kebenarannya, tidak langsung transfer saja, sebab menghubungi saya kan tidak susah. Saya terkejut sebab ada yang transfer sampai Rp 38 juta,” katanya.

Modus yang dilakukan penipu untuk meyakinkan korbannya dengan menunjukkan bukti video proses pencairan hadiah di bank, proposal surat penarikan dana dengan kop surat memakai logo Bank Indonesia, kepolisian, dan OJK, tapi dipastikan semua palsu. Lalu ada pula bukti transfer hadiah Rp 50 juta yang juga palsu. Selanjutnya, testimoni dari sejumlah orang yang mengaku berterima kasih kepada Baim Wong atas pemberian hadiah tersebut, padahal semua itu adalah abal-abal saja. Testimoni, baik melalui WA maupun berupa video, itu dipakai untuk meyakinkan korban selanjutnya.

“Ketika saya menolak, penipu juga terus mendesak saya. Terakhir meminta saya membuat video testimoni, berterima kasih atas pemberian hadiah tersebut. Ini juga saya tolak, sebab saya kan tidak dapat hadiah dari Baim Wong, mengapa harus berterima kasih? Tapi teman-teman lain, mungkin kena tipu juga dengan membuat testimoni tersebut, di mana testimoni itu akhirnya juga dipakai untuk menipu orang lain,” katanya.

Fatimah kemudian melaporkan kasus penipuan ini ke KJRI Hongkong, sebab korbannya sudah semakin banyak. “Saya khawatir ini penipuan sudah sangat canggih, mungkin sudah pakai AI (artificial intelligence) mengubah suara dan wajah seperti Baim Wong untuk menipu. Ini harus ditangani kepolisian di KJRI. Saya sudah lapor ke KJRI, tapi menunggu ada laporan yang lain,” katanya.

Aparat kepolisian di KJRI Hongkong juga sudah memberi informasi ke para PMI dan warga lain soal aksi kejahatan online ini. Isi imbauan yang disebar via WA itu adalah, “Hati-hati untuk teman-teman yang lain. Bu Fatimah sudah datang lapor ke KJRI Kamis kemarin. Langkah-langkah sudah dilakukan. Salah satunya silakan teman-teman dibantu laporkan ke FB. Jika ada korban. Silakan hububungi saya nggih. Sehat selalu semuanya. Selamat istirahat.”

Imbauan KJRI Hongkong: Hati-hati modus penipuan catut nama artis.

Fatimah juga mengimbau agar Baim Wong tidak membuat acara giveaway yang bisa disalahgunakan untuk menipu. Sebab, model pemberian hadiah semacam yang dilakukan Baim Wong dan istrinya Paula Verhoeven itu rawan dimanfaatkan orang lain untuk melakukan kejahatan.

“Ya diklarifikasi-lah. Baim Wong harus bersuara, dan jangan lagi membuat giveaway semacam itu. Sekarang saya juga dituduh ikut up (mempromosikan) modus hadiah ala Baim Wong itu, padahal saya tidak tahu apa-apa. Sebab, penipunya masih gentanyangan, menghubungi calon korbannya, via messenger. Teman yang WA nanyain karena diüber penipu yang dikira saya. Teman-teman banyak yang tidak mengerti bahwa FB & messenger itu sama. Mereka bertanya di messenger jelas dijawab, iya ibuk dapat giveaway, amanah kok, setor (transfer) aja, entar dikembalikan double dan lain-lain,” katanya. (gas)