Bendung Gelombang Omicron, Ini Berbagai Jurus yang Disiapkan Forkopimda Jawa Timur

oleh

Disiplin Prokes dan Vaksinasi

Sementara itu, Dr. Windhu menyatakan, bahwa terdapat dua perisai yang bisa mengantisipasi dari bahaya Virus Omicron. Untuk, perisai pertama adalah disiplin penerapan protokol kesehatan (prokes) dan vaksinasi menjadi perisai kedua. 

“Jadi dua perisai yang harus kita punyai. Disiplin penerapan Prokes menjadi perisai pertama dan vaksin menjadi perisa kedua dari bahaya Omicron,” terangnya. 

“Semakin kita banyak melakukan testing, tracing dan treatment ( 3T ) semakin mempercepat mendeteksi dan mengantisipasi. Oleh karenanya, meskipun jauh diatas ambang bahaya jangan dibiarkan akan berbahaya,” lanjutnya. 

Dr. Windhu memprediksi terdapat 225.8 kasus yang akan terjadi pada puncak kecil dari kasus Omicorn. Jumlah tersebut sebanding 1/5 dari puncak gelombang ke dua Jatim di bulan Januari pada tahun 2021 yang mencapai (1.198 kasus) 

Dr. Windhu Purnomo mengaku bersyukur,  situasi di Jatim saat ini patut disyukuri. Bahkan, Jatim terbaik dan berada pada level situasi 1 dari 8 indikator dari Kemenkes. Begitu juga dengan situasi epidemologi kondisi penularan di komunitasnya hingga capaian vaksinasi tertinggi secara nasional utamanya dosis pertama. 

Sementara itu, Kapolda Jatim menegaskan, semua yang hadir disini untuk menyelesaiakan persoalan. Maka, untuk menyelesaikan persoalan dibutuhkan ilmu pengetahuan serta komunikasi dan koordinasi. “Pentingnya komunikasi, koordinasi dan kolaborsi dilaksanakan untuk Kapolres agar dipedomani sehingga kasus bisa terdeteksi bersama para Kepala Daerah,” jelasnya. 

No More Posts Available.

No more pages to load.