SURABAYA | DutaIndonesia.com – Bersedekah secara sirri (rahasia), dalam arti diupayakn orang lain tidak tahu, maka itu lebih baik, karena dapat memedamkan murka Allah terhadap pensedekah.
Hal ini ditegaskan oleh Prof DR KH Asep Syaifuddin Chalim MA, pendiri dan pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, saat memberikan pengajian kitab kuning, Senin pagi, (02 – 11 – 2026).
Ada pun dasar hadistnya adalah, “Sedekah rahasia memadamkan murka Allah, silaturahmi menambah umur, dan berbuat kebaikan mencegah kematian yang buruk (su’ul khatimah).” Riwayat: HR. Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir, HR. Al-Baihaqi.
Kenapa sedekah yang dirahasiakan sampai bisa memadamkan murka Allah? Tanya Kiai Asep kepada para santriwan dan santriwatinya. Yang kemudian dijawab sendiri oleh Kiai Asep, karena bersedekah secara sirri (rahasia) memiliki makna yang lebih mulia.
Dijelaskan oleh Kiai Asep, maksud “Murka Allah” (Ghadhabur-Rabb), bukan seperti murka manusia. Maksudnya adalah Allah tidak ridha pada dosa-dosa kita, baik dosa lisan, dosa marah, dosa menilai orang. Maka murka Allah bisa berbentuk antara lain; hati yang sempit dan gelisah, rezeki yang seret padahal sudah kerja keras, doa yang terasa tidak dikabulkan, musibah yang datang bertubi-tubi, dan lain-lainnya.
Dengan bersedekah secara sirri, maka ‘murka Allah’ tersebut bisa berkurang atau bahkan bisa sirna, berganti dengan keridhoan Illahi, keberkahan dan kemudahan.
Bagaimana Cara “Memadamkan”? tanya Kiai Asep. Yang lagi-lagi dijawab sendiri oleh Kiai Asep.
Nabi memakai kata “Tuthfi-u” –memadamkan, logikanya seperti air memadamkan api. Dosa itu seperti api yang memancing murka Allah. Sedekah rahasia itu seperti air sejuk yang langsung menyiram api tersebut, sehingga padam.
Ada 2 Jenis Sedekah
Seperti yang kita ketahui, ada dua jenis sedekah. Yakni sedekah secara terang-terangan dan rahasia. Keduanya boleh. Tapi yang rahasia pahalanya lebih besar.
Kenapa ? Karena:
– Lebih Ikhlas: Tidak ada keinginan dilihat orang, dipuji “dermawan”. Murni hanya Allah yang tahu. Ini yang paling Allah cintai.
– Menjaga Harga Diri Penerima: Orang miskin tidak malu di depan orang banyak.
– Menutup Pintu Riya’: Riya’ (pamer) itu bisa menghapus pahala sedekah.
Allah berfirman: “Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang fakir, maka itu lebih baik bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 271)
Amalkan
Pada kesempatan tersebut, Kiai Asep berharap para santri mulai mengamlkan sedekah secara sirri.
Diingatkan oleh Kiai Asep, sedekah tidak harus dengan harta, bisa dengan akhlakul karimah, dengan senyuman, dengan tenaga, menolong teman dan sebagainya.
Misalnya mengetahui teman yang kesusahan, lalu mendo’akan teman tanpa memberi tahu. Membantu pekerjaan / tugas teman yang belum selesai. Namun hal ini tidak boleh sampai membebani atau membuat teman malas.
Bila kebetulan orang tua mampu, bisa membantu teman-teman yang kesulitan secara finansial, dan dilakukan secara sirri. (Moch. Nuruddin)














