Optimisme Badai ‘Kebakaran Hutan’ Berlalu di Konser Badai Pasti Berlalu

oleh
Sandhy Sandoro dalam Semusim di Konser Badai Pasti Berlalu 52th Erros Djarot Berkarya, Sabtu (24/10/2026).
Sandhy Sandoro dalam Semusim di Konser Badai Pasti Berlalu 52th Erros Djarot Berkarya, Sabtu (24/10/2026).

SURABAYA| DutaIndonesia.com – Badai pasti berlalu ..badai pasti berlalu…
Lagu fenomenal ‘Badai Pasti Berlalu’ yang dibawakan Berlian Hutauruk serta ‘Matahari’ oleh Vina Panduwinata dalam konser Badai Pasti Berlalu 52th Erros Djarot Berkarya, Sabtu (24/10/2026), seolah jadi penggambaran optimisme badai, bencana kebakaran hutan di beberapa wilayah Indonesia, bisa segera berlalu.

“Mudah-mudahan dengan doa kita bersama, badai di semua aspek kehidupan akan berlalu,” kata Erros di penghujung konser yang berlangsung di Gedung Q Universitas Kristen Petra.

Terkait kebakaran hutan, pria yang punya nama lahir Sugeng Waluyo Djarot ini mengaitkan dengan masalah kemanusiaan, di mana anak-anak di Kalimantan yang jadi sesak bernafas. “Kebakaran ini jangan terjadi lagi. Kejahatan kemanusiaan yang dengan sengaja membakar hutan harus dituntut dengan hukuman seberat-beratnya,” tandas Erros yang disambut tepuk tangan penonton yang memenuhi hampir seluruh kursi yang tersedia.

Penyanyi Shandy Sondoro menggebrak pergelaran itu dengan komposisi Semusim. Penonton pun spontan ikut melagukan syair lagu yang di album Badai Pasti Berlalu dinyanyikan Berlian Hutauruk. Dengan vokalnya yang khas, Sandi juga melantunkan Selamat Jalan Kekasih, lagu yang diciptakan Erros bersama Chrisye.

Menutup penampilannya, Sandi berduet dengan Vina Panduwinata dalam Hening. Secara kebetulan sebelum populer di Indonesia keduanya sama-sama mengawali karier musik di Jerman, hanya di era yang berbeda.

Vina, sang Diva Indonesia itu sendiri kemudian juga melantunkan nomor Serasa.

Mendengar lagu-lagu dalam album Badai Pasti Berlalu, pengunjung seolah diajak mengingat kembali awal bangkitnya musik Indonesia di era 77-78. Hampir semua komposisi yang dinyanyikan penampil diikuti meski dengan suara yang lirih.

Di antara penampil, terdapat juga orang no 2 di Jatim, Emil E. Dardak. Wakil Gubernur yang juga mahir bernyanyi dan bermusik ini membawakan ‘Gaun Pengantin’ dan ‘Malam Pertama’.

Sementara Berlian Hutauruk, salah satu vokalis di album tersebut (selain alm Chrisye) juga membawakan ‘Khayalku’.

Erros (76) mengaku lagu-lagu di album tersebut diciptakan saat dirinya berusia 26 tahun. Pria yang pernah bersekolah di Jerman ini mengaku, dirinya berkarya saat Dewi, sang istri, bekerja dan dia kebagian menjaga Banyu Biru, putra sulungnya saat masih bayi.

Pergelaran musik ini juga menampilkan Once, Fryda Luciana, Fadila Intan serta UK Petra Choir.(ret)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.