Bupati Gus Muhdlor Beri Bonus Peraih Medali Perak Olimpiade Tokyo

oleh

Sebelum meraih medali perak di Olimpiade Tokyo, Eko Yuli sempat berpolemik dengan Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI). Ketika itu keinginannya untuk ditangani pelatih Lukman sempat terganjal.
Namun, semua persoalan itu bisa teratasi berkat koordinasi yang dilakukan oleh Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari dalam melakukan pendekatan terhadap Ketua Umum PB PABSI Rosan P Roeslani yang juga menjabat sebagai Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Olimpiade 2020 Tokyo.

“Saya benar-benar merasakan peran NOC Indonesia dalam membantu mendatangkan Coach Lukman yang sedang dikontrak Federasi Angkat Besi Thailand ke Indonesia. Bahkan, NOC Indonesia juga mencarikan sponsor untuk kebutuhan pelatnas mandiri saya,” kata dia.

Eko Yuli mengatakan, terlepas dari segala hal yang terjadi dalam persiapannya menuju Olimpiade, ia tetap bersyukur mendapat kepercayaan tampil di multievent empat tahunan paling prestisius di dunia.

Ia mengaku masih penasaran untuk meraih medali emas Olimpiade. Tetapi ia tak mau jumawa akan bisa mewujudkan ambisi tersebut di Paris 2024.

Saat ini, kata Eko, ia ingin mendapat kepercayaan untuk mengikuti kualifikasi Olimpiade Paris sembari melihat seperti apa persaingan kelas 61 kg putra. Apalagi, Komite Olimpiade Internasional (IOC) lagi mengkaji angkat besi dan tinju untuk Olimpiade musim panas edisi ke-33 mendatang.

Menurut dia, pihak keluarga pun masih mendukung untuk melanjutkan karir sebagai atlet dan meraih prestasi tinggi.

“Saya sudah bilang kepada Pak Rosan dan Pak Okto (sapaan karib Raja Sapta) agar saya bisa diberi kesempatan untuk ikut kualifikasi Paris. Beliau-beliau pada intinya mendukung saya karena semua perjuangan yang saya lakukan ini bukan cuma untuk menuntaskan rasa penasaran saya semata, tetapi juga demi Merah Putih,” kata Eko Yuli Irawan. (win/ara)