Dua Pertunjukan Batal Tampil di ARTSUBS 2025

oleh
Gitaris klasik El Vatikan dan kuartet gesek dari komunitas Dua Ketuk sedianya tampil dalam SUBS Performance pada penutupan ARTSUBS 2025 7 September mendatang.
Gitaris klasik El Vatikan dan kuartet gesek dari komunitas Dua Ketuk sedianya tampil dalam SUBS Performance pada penutupan ARTSUBS 2025 7 September mendatang.

 

SURABAYA| DutaIndonesia.com- Percepatan penutupan ARTSUBS 2025 otomatis membuat putaran pekan terakhir atau pekan kelima SUBS Performance pada Minggu, 7 September 2025 urung dihelat.

Media Relations ARTSUBS 2025, Heti Palestina Yunani, menjelaskan, sedianya pentas SUBS Performance pekan terakhir pada 7 September 2025 akan ditutup oleh dua penampilan. Pertama dari kelompok musik Silampukau dan kedua oleh gitaris klasik muda asal Surabaya, El Vatikan. El yang mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta itu akan tampil bareng komunitas Dua Ketuk asal Yogyakarta dalam Gitar dan Kuartet Gesek Klasik. Pada 16 Agustus lalu El dan Dua Ketuk tampil dalam Perayaan Suara Rasa di Amadeo Music Hall.

Saat hari terakhir pameran masih berjalan seperti biasa pada Sabtu, 30 Agustus 2025, SUBS Performance pekan keempat masih bisa dilangsungkan hingga tuntas. Namun jam pertunjukan dimajukan pukul 16.00-16.45 dari jadwal seharusnya pukul 19.30 dan tanpa penonton yang telah mengisi link registrasi melainkan penonton terbatas.

Penampil saat itu Bengkel Muda Surabaya (BMS) dengan teater berjudul Hikayat Anak yang Sombong serta pertunjukan Teater ABA oleh Kamateatra dengan titel Aba.

”Ya karena pertimbangan situasi di Surabaya, kami memutuskan menutup ARTSUBS 2025 seminggu lebih cepat. Sehingga pada Minggu, 31 Agustus 2025 pameran sudah tertutup untuk umum,” ujar Direktur ARTSUBS 2025 Rambat dalam rilisnya Minggu (31/8/2025).

Pekan pertama SUBS Performance pada Sabtu 7 Agustus 2025 di Gedung Teater Lt. 2 Balai Budaya Surabaya menampilkan musik kontemporer bertajuk Rek karya komposer Joko Porong dari Surabaya yang mengajak penyaji Gamelan Sawunggaling UNESA. Disambung dengan Tari Topeng Malang bertajuk Laire Naga Tahun oleh Sanggar Tari Topeng Asmorobangun Malang pimpinan Tri Handoyo.

Berikutnya pekan kedua pada 17 Agustus 2025 oleh Sanggar Seni Nanggala dengan Papastena Angen, tari kontemporer bertajuk Ghulur oleh Hari Ghulur, serta tari topeng berjudul Gatot Kaca Kembar oleh Sangar Topeng Dalang Putra Sumekar. Pekan ketiga pada 23 Agustus 2025 disuguhkan Teater Api Indonesia yang menghadikan lakon Toean Markoen.

Menurut Direktur Acara ARTSUBS 2025, Semi Ikra Anggara, SUBS Performance hadir atas kerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XI Jawa Timur. Ketua BPKW Jatim, Endah Budi Heryani menjelaskan, bahwa pihaknya berposisi sebagai mitra ARTSUBS dalam menyuguhkan SUBS Performance.

“Agenda tersebut merupakah salah satu upaya pelindungan, pengembangan dan pemanfaatan kebudayaan. Selain itu juga sebagai wujud kerja sama dan kolaborasi dalam pemajuan kebudayaan, masing-masing bergerak, merajut warna yang berbeda sehingga menghasilkan rajutan pemajuan kebudayaan Jawa Timur yang memukau,” ujar Endah saat hadir di edisi perdana SUBS Performance.

Selain SUBS Performance, kerja sama dengan BPKW itu juga diwujudkan ARTSUBS 2025 dalam acara Wicara Seniman, Diskusi Publik, serta Workshop pada 13, 15, 21, 27 Agustus 2025, serta sedianya pada 2 dan 5 September 2025. “SUBS Performance dan beberapa agenda yang lain bukan saja menjadi penyemarak atau tambahan tontonan para pengunjung ARTSUBS. Tetapi itu juga sebagai komitmen ARTSUBS dalam mendukung ekosistem berkesenian di Surabaya,” tandas Semi.(ret)

No More Posts Available.

No more pages to load.