Geger Sapi Kurban Dewi Perssik Ditolak Ketua RT, Ada Motif Politik?

oleh
dewi perssik menangis
Dewi Perssik (wartakota)

JAKARTA| DutaIndonesia.com – Aktris yang juga penyanyi dangdut Dewi Perssik meradang saat Ketua RT tempatnya tinggal menolak hewan kurban miliknya. Kehebohan yang terjadi karena banyak faktor, mulai kurang komumikasi hingga menyerempet masalah politik lantaran Dewi Perssik disebut pendukung bakal capres Anies Baswedan. Benarkah?

Yang jelas Dewi Perssik memang tetangga Anies Baswedan. Lalu sapi milik Dewi Perssik seberat 1,5 ton itu akhirnya tidak jadi disembelih di RT 04 RW 06 wilayah Cilandak Barat, Jakarta Selatan, setelah ada penolakan dari Ketua RT bernama Malkan. Padahal, Dewi mengaku sudah menjadi warga di RT tersebut sejak lima tahun terakhir dan kerap berbagi daging kurban.

Polemik Dewi dengan Ketua RT sempat diwarnai mediasi di Masjid Babul Khoirot yang lokasinya di kawasan RT tersebut. Mediasi yang berlangsung di lantai 2 masjid tersebut memanas. Bahkan terdengar orang-orang saling berteriak, baik Dewi Perssik maupun Ketua RT. Saat ditemui di depan rumahnya yang tak jauh dari masjid tersebut, Dewi Perssik menceritakan polemiknya dengan Ketua RT. Alasan sapi kurban itu ditolak mulai dari tidak pamitnya Dewi Perssik untuk menitipkan dan memotong sapinya di masjid tersebut hingga masalah politisasi.

“Miss komunikasi yang saya lihat di sini, ada pak ustaz dan Pak RT yang tidak ada komunikasi, apa yang membuat saya kecewa sikap Pak RT sendiri terhadap ART (asisten rumah tangga) maupun orang-orang kita. Maksud saya, seandainya kecewa, kan sapinya itu bukan untuk saya dan orang lain, semua untuk warga di sini, niat saya baik. Tidak ada unsur politik atau apa pun. Dan ini, sudah saya lakukan lima tahun terakhir,” kata Dewi Perssik.

Penyanyi dangdut senior itu mengatakan alasan dirinya menitipkan sapi di masjid tersebut dan tidak meletakkan di rumahnya karena hanya sebentar. “Salah pahamnya adalah, saya kan komunikasi langsung sama pedagang sapi orang Brebes. Saya memang tidak kasih alamat rumah saya, saya kasih alamatnya masjid belakang rumah. Biar nanti berhubungan sama pak ustaz. Itu juga nggak dititipkan beberapa hari, cuma beberapa jam. Karena di rumah nggak ada orang, cuma ART, semuanya perempuan, yang mana nggak ngerti juga sapinya mau diapakan. Bukan karena rumah saya nggak mau kotor. Satu ya saya nggak mau orang tahu alamat saya, dua, cuma ada ART yang nggak ngerti. Akhirnya saya bilang minta tolong sama pak ustaz aja,” katanya dikutip dari detik.com.

Selain itu, ternyata memang ada aturan tak tertulis di kawasan tersebut di mana pembagian sembako harus izin dari Pak RT dan pak ustaz.

“Kalau mau saksi, warga di sini jadi saksi kok. Dari awal saya tinggal di sini saya berhubungan dengan pak ustaz itu emang udah door to door, bukan hanya sekarang. Tapi kalau keadaan di sini peraturannya adalah kalau memberikan sembako harus pamit sama pak RT, sama pak ustaz-nya. Nggak boleh bikin acara sendiri. Jadi, saya merasa ini apa apaan. Sampai tadi ngamuk-ngamukan sama Pak Topan (bagian dari RT). Pak Topan sampe bilang, ‘bilang sama bos kamu, warga kita tidak kekurangan daging dan tidak butuh daging’,” ujar Depe, panggilannya, sambil terisak.

“Kenapa tadi saya ikut marah-marah seperti itu, dia ngebentak bentak saya lagi. Ngomong masalah ras lah, ‘kita ini orang Betawi’. Nggak ada, mau orang Betawi, Madura, semua sama. niat saya baik, niat saya ibadah. Saya menyayangkan sikap pak RT, kenapa bentak-bentak, kenapa marah-marah. Habis bentak-bentak dia ketawa. Pantas nggak pak RT kayak gitu, saya kecewa,” katanya.

Mediasi tidak ada hasil sehingga sapi milik Dewi Perssik akhirnya dipotong di wilayah RT lainnya, yang kemudian dagingnya dibagikan di wilayah RT 06.

“Katanya masjid bukan tempat penitipan hewan, saya warga sini, saya cuma minta empatinya. Saya lagi kerja di rumah, nggak ada orang, cuma wanita semua. Itu sapi 1,5 ton dan kurban juga buat warga di sini, saya cuma minta tolong. Toh selama ini kalau saya minta tolong parkir aja saya bayar sama pak RT-nya, nggak ada yang gratis di sini. Terus kenapa katanya perlu pakan dan dibersihkan, padahal cuma beberapa jam. Masa saya nggak bisa ditolong, toh saya kasih duit juga. Masa iya saya nggak peka,” katanya. Ketua RT Malkan membantah tuduhan Depe.

(nas)

No More Posts Available.

No more pages to load.