Halal Bi Halal AKD Jatim Dihadiri Wabup Gresik, Pembina AKD Jatim Launching Rokok “AKD”

oleh
[ngg src=”galleries” ids=”29″ display=”basic_slideshow”]

GRESIK|DutaIndonesia.com – Asosiasi Kepala Desa Jawa Timur (AKD Jatim) menggelar acara Halal Bi Halal di Kampung Bandeng Desa Pangkah Wetan, Kec. Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik, Selasa (24/5/2022). Selain dihadiri seluruh pengurus AKD Jatim dari berbagai daerah–antara lain Ketua Munawar S.I.P dan Bendara Saifullah Mahdi S.I.P, Kades Pangkah Wetan yang sekaligus sebagai tuan rumah–acara halal bi halal ini juga dihadiri Wakil Bupati Gresik Dra. Hj. Aminatun Habibah, M.Pd, dan Pembina AKD Jatim Dwi Putranto Sulaksono.

Dalam kesempatan itu, Dwi Putranto Sulaksono memaparkan sejumlah program AKD Jatim. Mulai program Manajer Desa Mandiri bekerjasama dengan Bank Mandiri, produk rokok legal bercukai merek AKD (Aku Kangen Desa), lumbung pangan modern di desa, dokter spesialis masuk desa, BUMDesMart, hingga toko obat masuk desa. Semua dilakukan untuk memudahkan warga desa mengakses layanan pangan, kesehatan maupun perbankan yang biasanya harus dilakukan di kota.

Dwi Putranto mengatakan, momen halal bi halal ini sekaligus menjadi acara peluncuran Produk Rokok AKD JATIM (Aku Kangen Desa). Pasalnya, pada momen itu perlu ditegaskan agar warga desa perlu mencintai dan menggunakan produk karya warga desa sendiri.

Sebelumnya Dwi Putranto juga menunjukkan produk AKD Jatim itu kepada Wagub Emil Dardak. Sama dengan program manajer desa mandiri, produk rokok bercukai AKD ini juga melibatkan para kades sebagai agen di desanya masing-masing.

“Kades mendapat benefit dari setiap penjualan rokok AKD. Saya berharap dua program yang sudah berjalan ini, manajer desa mandiri dan rokok AKD, bisa menjadi trigger, pemicu perkembangan usaha AKD Jatim yang lain, seperti toko obat desa, lumbung pangan di setiap kecamatan di Jatim, hingga dokter spesialis masuk desa,” katanya.

Program AKD Jatim yang sedang berjalan, kata Dwi, program Manajer Desa Mandiri hasil kerja sama dengan Bank Mandiri sudah berlangsung di sejumlah desa di mana para kades sudah berperan sebagai manajer Bank Mandiri di desanya masing-masing. Program ini akan terus bergerak hingga menjangkau semua desa di Jatim.

“Mesin transaksi banknya pun sudah online. Kami berharap bulan depan sudah 70% desa di Jatim terlayani program Manajer Desa Mandiri ini, di mana semua layanan perbankan untuk warga desa, bisa dilakukan melalui para kadesnya sendiri, sehingga kadesnya pun mendapat keuntungan dari perannya sebagai manajer Bank Mandiri, sementara aktivitas warga semakin menggeliat, khususya dalam bidang ekonomi. Hal ini karena semua transaksi bisnis, khususnya UMKM, bisa dilakukan via perbankan yang hadir secara nyata di desa-desa di Jatim,” katanya. (gas/bdh)

No More Posts Available.

No more pages to load.