JAKARTA| DutaIndonesia.com – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus menggencarkan budaya menabung di bank untuk berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya dengan menggandeng Pramuka. Sebagai agen perubahan, Pramuka berperan penting mengedukasi masyarakat agar memiliki budaya menabung di bank. Apalagi menabung di bank dijamin Pemerintah melalui LPS.
Karena itu Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengajak seluruh Pramuka Indonesia untuk membudayakan menabung sekaligus mengedukasi masyarakat akan pentingnya menabung di bank.
“Pramuka sebagai agen perubahan di masyarakat memiliki peran penting khususnya dalam mengedukasi masyarakat bahwa menabung di bank aman di jamin LPS. Sehingga nantinya tidak ada lagi kasus-kasus seperti uang celengan dimakan rayap atau tabungan yang hilang karena disimpan di bawah bantal,” kata Purbaya dalam sambutannya yang disampaikan pada peringatan Hari Indonesia Menabung tahun 2023, Minggu (20/8/2023).
Hari Indonesia Menabung diperingati setiap tanggal 20 Agustus sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Kepres) Nomor 26 Tahun 2019, dengan tujuan bangun generasi muda Indonesia menabung tingkatkan literasi dan Inklusif keuangan untuk Indonesia maju.

Menabung di bank merupakan salah satu bentuk kegiatan untuk meningkatkan inklusi keuangan nasional. Dengan meningkatnya inklusi keuangan maka akan mendukug pendalaman pasar keuangan dan stabilitas keuangan nasional.
LPS bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan puncak peringatan Hari Indonesia Menabung dengan tema kegiatan KEJAR Prestasi dan Bangun Generasi Kita (KREASIBANGKIT). Kegiatan Hari Indonesia Menabung kali ini melibatkan Pramuka Penegak serta Pramuka Pandega usia 16-25 tahun dari seluruh Indonesia dengan jumlah peserta sekitar 25.000 orang di Bumi Perkemahan Pramuka, Cibubur, Jakarta Timur.
Tampak para anggota Pramuka dan pelajar antusias mengikuti acara edukasi menabung di bank yang digelar oleh LPS. Mereka pun semakin yakin menabung di bank sebab uang yang ditabung di bank dijamin oleh LPS sebesar Rp 2 miliar per nasabah per bank.
“Selama ini saya dan anggota keluarga di rumah sudah menabung di bank. Awalnya sih karena praktis dan supaya keren saja, tapi kini semakin yakin sebab uang tabungan saya dijamin oleh LPS,” kata Dewi salah seorang Pramuka saat mengikuti acara tersebut.
Lebih lanjut Purbaya menjelaskan, Gerakan Pramuka kini sudah sangat dekat dengan dunia perbankan, khususnya mengenai nilai-nilai yang diajarkan atau dilatih kepada para peserta didik.
“Sebut saja Dasa Darma ke-7, Hemat, Cermat dan Bersahaja. Di sini sejak dini anggota Pramuka sudah dididik dan dilatih untuk memiliki gaya hidup yang hemat dengan menyisihkan uangnya untuk ditabung,” katanya.

Menurut Purbaya, sistem Merit Badges yang diterapkan oleh Pramuka juga mendukung pembangunan Indonesia dengan adanya Tanda Kecakapan Khusus (TKK) penabung, di mana seorang Pramuka dimungkinkan memiliki tanda kecakapan dengan tiga tingkatan PURWA (Beginner), MADYA (Intermediate), dan UTAMA (Advance).
“Saya berharap Sistem Merit Badges ini dapat terus digalakkan dan ditingkatkan. Dalam hal ini saya mendorong semua anggota Pramuka di Indonesia untuk menabung dengan menyimpan uang di bank,” ujarnya.
Di hadapan peserta Raimuna Nasional XXI, Purbaya berpesan untuk menyimpan uangnya di bank, karena menyimpan uang di bank itu yang paling aman, di mana uang tabungan kalian semua dijamin oleh LPS.
“Adik-adik pasti bertanya-tanya kenapa menyimpan uang di bank itu aman, karena di Indonesia ada lembaga yang menjamin tabungan masyarakat yaitu Lembaga Penjamin Simpanan atau lebih sering disebut LPS. Dengan adanya LPS maka simpanan masyarat di bank akan aman dan masyarakat merasa nyaman,” jelasnya.

Purbaya menambahkan, LPS mempunyai fungsi dan tugas untuk menjamin dana nasabah di bank, dan turut serta dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.
“Bapak Kepanduan Dunia, Baden Powell mengatakan “A Scout is never take. By surprise, he knows exactly ehat to do when anything unexpected happens,” yang artinya, seorang Pramuka tidak terkejut, dia mengetahui dengan pasti apa yang harus dilakukan saat apa pun yang tidak terduga terjadi,” tegasnya.
Pramuka merupakan orang-orang yang sudah terlatih menghadapi krisis. Lihat saja saat pandemi Covid-19 yang lalu, Kwartir Nasional beserta seluruh jajaran di tingkat daerah, cabang hingga ranting melalui Satgas Pramuka Peduli Covid-19 telah nyata membantu pemerintah dan masyarakat Indonesia menghadapi pandemi yang dialami seluruh dunia.
“Dengan demikian Pramuka telah sanggup membuktikan diri untuk bisa bertahan di masa krisis,” pungkas Purbaya.
LPS merupakan lembaga yang independen, transparan, dan akuntabel dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. LPS bertanggung jawab langsung kepada Presiden. LPS berkedudukan di Jakarta dan dapat mempunyai kantor perwakilan di daerah di wilayah negara Republik Indonesia. Badan ini dibentuk berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan yang ditetapkan pada 22 September 2004. (gas)










