EKATERINBURG| DutaIndonesia.com
– International Youth Festival (IYF) 2026 di Yekaterinburg telah resmi ditutup setelah sepekan penuh kegiatan, dari 11 hingga 17 September. Kompleks Yekaterinburg-EXPO menjadi pusat pertemuan sekitar 10.000 peserta dari 191 negara, menjadikan acara ini sebagai salah satu yang terbesar dalam kalender kepemudaan global tahun ini. Hampir seluruh negara di dunia terwakili, ditambah peserta dari 89 region di Rusia.
Bagi Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus Wakil Kepala Pertama Administrasi Presiden Rusia, Sergei Kiriyenko, angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari keinginan kuat kaum muda untuk berdialog dan bekerja sama melampaui batas-batas negara dan perbedaan politik.
“Di PBB ada 193 negara, dan di sini hadir 191 delegasi. Seluruh dunia berkumpul di Yekaterinburg,” tegas Kiriyenko dalam konferensi pers penutupan.
Sepanjang festival, peserta mengikuti 27.000 tur ke Yekaterinburg dan kota-kota sekitarnya, atau rata-rata tiga tur per orang. Maraton edukasi “Znanie. Pertvye” menarik sekitar 12.000 pengunjung. Festival kuliner menjadi salah satu magnet utama dengan 45.000 porsi makanan khas berbagai negara dibagikan, jauh melampaui target awal 20.000 porsi. Panggung budaya menampilkan lebih dari 1.000 seniman, termasuk Vanya Dmitrienko, Dmitry Koldun, dan grup Uma2rman.
Dapur umum dari Kementerian Pertahanan Rusia juga menjadi daya tarik tersendiri. Sebanyak 10.000 orang menikmati bubur ala tentara yang disajikan. Sementara itu, lebih dari 7.000 buku karya penulis Rusia, dalam bahasa Rusia dan bahasa asing, dibawa pulang oleh peserta muda sebagai kenang-kenangan.
Survei yang dilakukan tim sosiolog selama festival mengungkap tingkat kepuasan yang sangat tinggi. Sebanyak 92 persen peserta asing menyatakan ingin kembali ke Rusia. Sebanyak 99,5 persen mengaku merasakan kebahagiaan selama berada di negara itu, dan 68 persen menyebut rasa kagum sebagai emosi utama. Konten yang dibuat peserta asing di media sosial telah mengumpulkan lebih dari 1,5 miliar penayangan, menunjukkan betapa luasnya jangkauan positif dari acara ini.
Cheburashka, boneka plush ikonik Rusia, menjadi simbol IYF 2026. Seluruh peserta menerimanya sebagai hadiah, dan pada malam penutupan banyak yang saling bertukar suvenir. Momen mengharukan terjadi ketika peserta asing menyebut lagu “Matushka Zemlya” sebagai lagu kebangsaan tidak resmi festival, dan lagu itu pula yang mengiringi kepulangan mereka.
Gubernur Oblast Sverdlovsk, Denis Pasler, menyebut festival ini sebagai perhelatan internasional terbesar bagi wilayahnya dan kontribusi penting bagi citra Yekaterinburg sebagai kota terbuka. Wali Kota Alexei Orlov mengusulkan slogan “Yekaterinburg — Kota Pemuda Dunia” serta pemanfaatan elemen warisan festival seperti instalasi dan patung berukuran besar untuk proyek kepemudaan mendatang.
Pada penutupan, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyampaikan pidato, menyoroti makna simbolis Yekaterinburg sebagai titik pertemuan Eropa dan Asia. Kosmonaut Rusia dari Stasiun Luar Angkasa Internasional juga menyapa para peserta, menambah dimensi istimewa acara. Sebelumnya, Presiden Vladimir Putin telah berbicara melalui video, menegaskan bahwa Rusia menyambut mereka yang siap membangun “dunia baru yang terbuka”.
Penyelenggara menekankan bahwa nilai sejati festival bukan pada angka, melainkan pada hubungan yang terbangun antar pemimpin muda dunia. Dalam 15 hingga 20 tahun ke depan, banyak dari mereka diprediksi akan menentukan arah politik, ekonomi, dan budaya di negara masing-masing. Bagi mereka, Rusia bukan lagi abstraksi, melainkan tempat menemukan sahabat dan rekan sejalan.
International Youth Festival 2026 di Yekaterinburg menegaskan bahwa bahasa kaum muda adalah bahasa persahabatan, gagasan bersama, dan proyek kolaboratif yang dapat dipahami tanpa penerjemah. (gas)












