JCC dan Festival Peneleh 2024 Dapat Atensi Tinggi Masyarakat

oleh
Para petinggi Bank Indonesia, Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim saat hadir di ajang Java Coffee Culture dan Festival Peneleh 2024, Minggu (7/7/2024) mala
Para petinggi Bank Indonesia, Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim saat hadir di ajang Java Coffee Culture dan Festival Peneleh 2024, Minggu (7/7/2024) malam

 

SURABAYA| DutaIndonesia.com – Rangkaian JCC dan Festival Peneleh 2024 mendapatkan atensi tinggi dari masyarakat di Kota Surabaya dan sekitarnya. Terbukti dari antusiasme dan partisipasi aktif pengunjung, baik secara offline di Jalan Tunjungan dan Kampung Wisata Sejarah Peneleh, maupun secara virtual melalui kanal Youtube yang tercatat mencapai lebih dari 25 ribu pengunjung.

Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak setidaknya 19.521 pengunjung hadir secara fisik di acara semarak JCC di Jalan Tunjungan, Minggu (7/7/2024) dan sekitar 2.000 orang di antaranya mengikuti kegiatan Road to FEKDI: Fun Walk yang digelar Minggu pagi hari.

Sementara itu, terhitung sekitar 3.200 orang yang menjadi pengunjung rangkaian Festival Peneleh 2024. Adapun acara ini juga turut melibatkan 67 UMKM binaan/mitra Bank Indonesia pada showcase UMKM Kopi dan Cokelat se-Jawa, serta buyer dari dalam dan luar negeri pada Business Matching yang mencapai nilai transaksi sekitar Rp 30 miliar, di atas target capaian sebesar Rp 16 miliar.

“Penyelenggaraan Java Coffee Culture dan Festival Peneleh 2024 ini merupakan bentuk kontribusi nyata Bank Indonesia, bersinergi dengan Pemprov Jatim maupun Pemkot Surabaya untuk mengoptimalisasi potensi komoditas unggulan kopi dan wisata sejarah dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ucap Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti saat memberikan kata sambutan dalam Semarak JCC dan Festival Peneleh 2024, Minggu (7/7/2024) malam.

Untuk diketahui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya kembali menghadirkan Java Coffee Culture (JCC) dan Festival Peneleh 2024 yang digelar pada 5-7 Juli 2024 di Jalan Tunjungan dan Kampung Wisata Sejarah Peneleh Surabaya.

Dengan mengusung tema “Sinergi dalam Secangkir Kopi Pengupas Potensi Ekonomi & Harmoni Bangsa”, JCC dan Festival Peneleh 2024 terdiri dari dua klaster kegiatan, yaitu Festival Peneleh (5 dan 6 Juli 2024) dan JCC (5 – 7 Juli 2024).

Rangkaian Festival Peneleh meliputi Lomba Sapta Pesona (pre-event), Opening Ceremony, Pasar dan Hiburan Rakjat Peneleh, Peneleh Heritage Track, sementara rangkaian JCC meliputi Lomba Story Produk Kopi (pre- event), Workshop, Talkshow, Business Matching dan Cupping Experience, Showcasing UMKM Kopi dan Coklat se-Jawa, Fun Walk (Road to FEKDI), Latte Art Competition, QRIS Jelajah Indonesia (Road to FEKDI), Hall of Fame Kopi, Rangkaian Atraksi dan Teaterikal Palagan Gunungsari, dan ditutup dengan puncak Semarak JCC & Festival Peneleh 2024.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno dalam Leader’s Talknya saat Semarak JCC dan Festival Peneleh 2024 mengajak semua pihak memanfaatkan momentum JCC dan Festival Peneleh 2024 ini untuk terus berinovasi bersama dalam meningkatkan kualitas dan mempromosikan kopi nusantara ke dunia.

“Saya yakin kita bisa menjadikan kopi, yang kini menjadi bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia, menjadi komoditas unggulan berdaya saing tinggi di kancah internasional,” katanya.

Upaya pengembangan potensi komoditas kopi dan wisata sejarah pada gelaran JCC dan Festival Peneleh 2024 dilakukan melalui tiga hal, yaitu peningkatan eksposur, daya saing, dan penjualan domestik maupun ekspor kopi Jawa sebagai komoditas unggulan yang potensial untuk diekspor. Selain itu diversifikasi produk olahan dan jasa Kopi Jawa melalui peningkatan value added. Ketiga peningkatan eksposur Kawasan Wisata Sejarah Peneleh serta Kota Lama dalam rangka mendorong pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Berbagai inisiasi sinergi antar institusi dan pelaku usaha untuk mendukung pengembangan ekspor kopi dan pariwisata yang dilakukan pada kegiatan tiga hari ini meliputi Launching Sinergi Kerjasama Wisata Peneleh dengan Travel Agent yang merupakan salah satu kawasan hunian tertua dan otentik yang dimiliki Surabaya. Launching Toko Cinderamata Peneleh serta penandatangan Letter of Intent (LoI) antara UMKM kopi dengan eksportir.
Lebih lanjut, Bank Indonesia turut mendukung pelestarian wastra nusantara melalui kegiatan Fashion Show: Pesona . (tis)