Rubrik Kata Hadi Mata Hati awalnya berjuluk Opini Hadi. Mengupas masalah sosial politik ekonomi dalam sudut pandang penulisnya, wartawan senior Hadi Suyitno atau biasa disapa Hds.
WAJAR bila PKB Sidoarjo mencanangkan 2 kursi DPRD Jatim, tapi runyam bila PDI-P dan Gerindra juga mengincar masing-masing 2 kursi. Itu sama artinya 6 kursi jatah DPRD Jatim dibagi habis 3 partai saja.
PDI-P boleh andalkan coattail effect Ganjar Pranowo, tapi partai lain juga punya mentor yang bisa meng-endorse. Sebut saja Nasdem dan PKS punya Anies Baswedan. Gerindra, Golkar dan PAN punya Prabowo Subianto. Posisinya semua sama punya coattail effect (efek ekor jas). Jadi tidak ada yang merasa paling diuntungkan, posisi caleg sama rata dan sama rasa.
Ada 2 pendekar besar di PDI-P yang bertarung di Jatim 2 (Sidoarjo), adalah Sumi Harsono (ketua DPC PDI-P Sidoarjo) dan Hari Yulianto (pengurus DPD PDI-P Jatim). Persaingan keduanya amat keras untuk merebut 1 tiket. Sulit mengatakan siapa paling kuat di antara keduanya.
Sumi tentu didukung struktural DPC dan Hari Yulianto didukung struktur DPD Jatim. Publik Sidoarjo lebih kenal Sumi karena berkecimpung lama di pengurus cabang kendati tidak ada jaminan dukungan struktural itu otomatis diberikan padanya.
Sementara rivalnya Hari Yulianto tidak mendengung namanya. Dia jarang atau samasekali tidak pernah muncul di acara publik. Hari Yulianto baru dikenal publik menjelang pemilu melalui posternya yang dipajang di mana-mana.
Skornya Sumi dan Hari sebetulnya sama, Sama-sama tidak menunjukkan aktualisasi di hadapan publik. Kini tinggal siapa yang beruntung, kalau mendambakan 2 kursi sepertinya hanya mimpi di siang bolong.
Salam Pancasila. Merdeka! (*)













