MOJOKERTO| DutaIndonesia.com – Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (NU) di Mojokerto harus berani tampil untuk masuk ke ranah politik praktis. Tujuannya agar ada yang memperjuangkan aspirasi para guru NU.
Hal ini ditegaskan oleh Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MA, saat membuka acara Pelantikan Pimpinan Ranting Pergunu Se-Kabupaten Mojokerto, di Masjid KH Abdul Chalim, Kampus IKHAC, Pacet, Mojokerto, Sabtu, (4/3/2023).
Menurut Kiai Asep, anggota Pergunu yang memiliki kemampuan, hendaknya tidak enggan masuk ke dunia politik dengan menjadi Bacaleg dari salah satu partai yang ada.
Selain itu, juga harus memiliki pimpinan yang pro-guru. Untuk yang satu ini, Kiai Asep sudah menyiapkan putra pertamanya, Mohammad Al Barra (Gus Barra), Wakil Bupati Kab. Mojokerto, untuk maju ikut memperebutkan kursi Mojokerto 1 pada 2024 nanti.
Kiai Asep yang juga Ketum PP Pergunu mengatakan bahwa sudah saatnya Pergunu turut aktif berpartisipasi mewujudkan kabupaten Mojokerto yang maju, adil dan makmur.
“Pergunu harus mempunyai peran dalam menentukan arah pendidikan di Indonesia,” ungkap Kiai Asep dalam sambutannya. Dan itu bisa dilakukan bila memiliki keterwakilan di anggota DPRD dan Bupati yang pro Pergunu.
Menurutnya, Pergunu, mengemban amanat dan tanggung jawab yang sangat mulia. Yakni mewujudkan keunggulan kompetitif dalam khidmah kebangsaan dan kecendekiawanan.
Putra dari salah satu pendiri NU, KH Abdul Chalim ini mengatakan Pergunu berperan dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa, mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia, dan merawat persatuan.
“Kita semua sangat menghormati dan memuliakan para guru sebagai insan-insan unggul. Selain itu mengembangkan potensi anak didik agar menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Allah swt, berakhlak mulia, berilmu, kreatif, cakap, kompetitif,” terang Kiai Asep.
Menurut Kiai Asep, Pergunu dapat menjawab dan merespon secara jernih semua permasalahan dan tantangan dunia pendidikan.
“Yaitu sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas yang dapat meningkatkan harkat, martabat dan daya saing bangsanya serta mampu membangun peradaban dunia,” sambungnya.
Menurut Kiai Asep, Pergunu adalah salah satu organisasi badan otonom (Banom) Nahdlatul Ulama. Pergunu merupakan organisasi profesi guru yang berbasis pada guru-guru Nahdlatul Ulama yang saat ini menjadi salah satu organisasi terbesar dalam dunia pendidikan Indonesia.(Moch. Nuruddin)














