Mengunjungi Percetakan Al Quran Terbesar di Dunia: Jamaah Haji Beli untuk Wakaf ke Masjid

oleh
percetakan al quran
Suasana di percetakan Al Quran terbesar di dunia.

Foto
Suasana di percetakan Al Quran terbesar di dunia.

 

Salah satu destinasi wisata haji dan umrah di Kota Madinah yang banyak dikunjungi jamaah adalah percetakan Al Quran terbesar di dunia. Lokasinya berada di kompleks Percetakan Al Quran Raja Fahd atau Majma Malik Fahd Li Thibaah Mushaf Syarif (King Fahd Complex for Printing the Holy Qur`an). Berikut laporan Muhammad Saefullah dari Tim Media Center Haji Kemenag RI yang disampaikan kepada Dutandonesia.com.

Oleh Muhammad Saefullah

LOKASI percetakan Al Quran ini berada di kawasan An Nakhil, 11 km dari Masjid Nabawi. Percetakan ini setiap harinya ramai dikunjungi jamaah haji dari seluruh dunia yang ingin melihat lebih dekat Al Quran yang dicetak dalam jumlah sangat banyak. Percetakan kitab suci ini dikunjungi oleh hampir dua juta pengunjung dari berbagai negara termasuk jamaah umrah dan haji dari Indonesia.

Namun setiap harinya, pengunjung dibatasi hanya maksimal 3.000 orang saja. Saat memasuki lokasi ini, pengunjung harus antre cukup lama lantaran banyaknya orang yang akan masuk gedung percetakan. Selanjutnya pengunjung akan dipandu naik ke lantai 2 melihat langsung proses produksi dengan mesin otomatis. Tempat percetakannya sendiri berada di lantai pertama, tapi pengunjung dilarang masuk ke lokasi tersebut dengan alasan keamanan,

Namun dari lantai dua, pengunjung dapat melihat berbagai alat dan perangkat percetakan lengkap. Terlihat mulai kertas-kertas kosong dalam kardus yang terbuka dengan jumlah yang banyak. Kemudian juga menyaksikan proses percetakan, dan melihat hasil Al Quran yang selesai dicetak.

Selesai dari lantai dua melihat proses percetakan, pengunjung diarahkan ke pos pembagian Al Quran. Nah di sini setiap pengunjung akan diberikan satu mushaf Al Quran produksi percetakan tersebut secara gratis.

Salah seorang jamaah haji Indonesia asal Bekasi, Nina Utami, mengungkapkan kekagumannya bisa masuk di kawasan percetakan Al Quran terbesar di dunia tersebut.

“Kagum dan merinding melihat percetakan Al Quran sebesar ini. Baru lihat ini percetakan Al Quran,” katanya.
Tidak hanya masuk dengan gratis alias tidak dipungut biaya, setiap pengunjung juga akan diberi satu buah Al Quran secara cuma-cuma. Nina yang datang bersama suaminya, juga berencana membeli Al Quran untuk diwakafkan. “Iya, saya datang dengan suami. Beli untuk diwakafkan di Masjid Nabawi,” tutur Nina.

Hal yang sama diungkapkan jamaah haji asal Bandung Jawa Barat, Ira dan Pipit. Mereka mengaku sengaja datang ke Percetakan Al Quran Raja Fahd untuk membeli Al Quran yang nantinya akan diwakafkan di masjid.

“Senang banget bisa dikasih kesempatan datang ke percetakan Al Quran terbesar di dunia. Insya Allah akan diwakafkan di masjid terdekat,” bebernya.

Setiap orang yang masuk ke percetakan pada saat keluar memang diberikan wakaf 1 buah mushaf Al Quran, sementara bagi yang ingin membeli untuk wakaf hanya boleh maksimal 5 buah per pengunjung.

Percetakan Al Quran Raja Fahd dibangun pada tahun 1984 dan diresmikan oleh Raja Fahd Bin Abdul Aziz. Kompleks ini memiliki luas 25 hektare dengan 1.700 orang karyawan. Buka setiap hari Kamis hingga Minggu pukul 08.00 WAS hingga 11.00 WAS.

Percetakan ini bisa memproduksi sekitar 18 juta eksemplar Al-Quran setiap tahunnya. Dalam satu hari bisa mencetak 80 ribu mushaf Al-Quran. Jutaan eksemplar kitab suci dalam berbagai bentuk selanjutnya didistribusikan ke seluruh wilayah Arab Saudi. Bukan hanya wilayah domestik Saudi, Al-Quran produksi percetakan ini juga didistribusikan ke puluhan negara di dunia.

Puluhan juta eksemplar Al-Quran dicetak dalam 78 bahasa. Kini percetakan itu mampu mencetak 207 juta eksemplar kitab Al-Quran, Hadits Nabi, tajwid, tafsir, qiraah Al Quran, Al Quran Braille, buku Yasin, dan lai-lain dalam berbagai bahasa untuk kemudian didistribusikan ke seluruh dunia. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.