Menyongsong Kota Kembar Magelang – Tula (Mantul), Dubes RI Moskow Beri Kuliah Umum

oleh

Pilar Kerjasama

Dalam Kuliah Umum, Dubes Tavares menyampaikan hal-hal berkaitan dengan pilar kerja sama yang akan dikembangkan melalui rencana Kota Kembar ‘Mantul’ yaitu: pendidikan (education), perdagangan dan UMKM (trade and MSME’s), pemuda dan kebudayaan (youth and culture), pariwisata (tourism), dan kota pintar (smart city).

Selain itu, Dubes Tavares juga menjelaskan tentang situasi Rusia terkini, hubungan bilateral Indonesia-Rusia, prospek perdagangan Indonesia-Rusia dan prospek kerja sama Magelang-Tula serta Universitas Tidar-Universitas Tula.

“Rusia merupakan negara yang tidak familiar di masyarakat Indonesia namun mempunyai potensi kerja sama perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan dan teknologi yang sangat tinggi untuk digarap. Masih jarang sekali dijumpai barang Indonesia di pasar maupun supermarket Rusia,” ungkap Dubes Tavares saat membuka Kuliah Umum.

Dubes Tavares lebih lanjut menjelaskan bahwa semenjak bubarnya Uni Soviet tahun 1991, Rusia bukan lagi negara komunis. Di bidang ekonomi, Rusia menduduki peringkat 11 ekonomi dunia dengan GDP 1,7 triliun USD atau perkapita USD 11,240. Rusia juga merupakan kekuatan militer global.

“Dalam perdagangan, KBRI Moskow meneliti terdapat 21 jenis produk potensial yang dapat dijual di Rusia mulai dari pakaian, alas kaki, peralatan rumah tangga, sampai dengan barang-barang elektronik. Dari segi komoditi, kelapa sawit, teh, kopi, karet, coklat, buah tropis, produk perikanan, dan farmasi adalah jalan masuk bagi produk Indonesia ke pasar Rusia,” tambah Dubes Tavares.

No More Posts Available.

No more pages to load.