45 Tahun Universitas Dr. Soetomo: Merawat Warisan, Menjemput Masa Depan (Bagian 2)

oleh
Ulul Albab
Ulul Albab

DARI GAGASAN MENJADI LEMBAGA
Saat Cita-Cita Menemukan Rumahnya

Oleh Ulul Albab
Mantan Rektor Unitomo (2007-2013)

“Sebuah gagasan akan tetap menjadi mimpi jika tidak menemukan orang-orang yang bersedia mengubahnya menjadi kenyataan.”

Setiap lembaga pendidikan memiliki tanggal berdiri. Namun sesungguhnya, tidak ada universitas yang lahir hanya karena sebuah surat keputusan. Di balik setiap dokumen resmi selalu ada orang-orang yang lebih dahulu memimpikan sesuatu yang belum ada.

Ada pertemuan-pertemuan panjang yang tidak tercatat, ada perdebatan tentang arah yang hendak dituju, ada keberanian mengambil risiko, dan ada keyakinan bahwa pendidikan adalah investasi terbaik bagi masa depan bangsa.

Demikian pula Universitas Dr. Soetomo. Kelahirannya tidak dapat dipisahkan dari dinamika pembangunan pendidikan tinggi Indonesia pada akhir dekade 1970-an. Pada masa itu, kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi meningkat dengan sangat cepat. Lulusan sekolah menengah bertambah dari tahun ke tahun, sementara daya tampung perguruan tinggi negeri masih terbatas.

Perguruan tinggi swasta kemudian tampil bukan sebagai pesaing, tetapi sebagai mitra strategis negara dalam memperluas akses pendidikan.

Dalam konteks itulah tumbuh sebuah inisiatif untuk menghadirkan lembaga pendidikan tinggi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga idealisme akademik. Langkah awal dilakukan melalui pendirian lembaga-lembaga pendidikan tinggi yang kemudian berkembang secara bertahap, hingga akhirnya berhimpun menjadi Universitas Dr. Soetomo.

Proses ini menunjukkan bahwa UNITOMO tidak lahir secara instan. Ia merupakan hasil dari perjalanan kelembagaan yang terus berkembang, menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman, memperkuat organisasi, serta memperluas cakupan disiplin ilmu. Transformasi tersebut mencerminkan hal penting: bahwa para pendiri tidak hanya berpikir tentang hari ini, tetapi juga menyiapkan ruang bagi pertumbuhan di masa depan.

Pilihan menggunakan nama Dr. Soetomo memberikan arah yang jelas bagi identitas universitas. Nama itu bukan sekedar penghormatan kepada seorang tokoh nasional, tetapi penegasan bahwa perguruan tinggi ini hendak menempatkan semangat kebangsaan, kepedulian sosial, dan keberanian intelektual sebagai bagian dari budaya akademiknya.

Dengan demikian, identitas universitas dibangun bukan hanya melalui struktur organisasi, tetapi juga melalui nilai-nilai yang diwariskan.

Pada awal perjalanannya, tantangan yang dihadapi tentu tidak ringan. Menumbuhkan kepercayaan masyarakat, menyediakan dosen yang berkualitas, membangun sarana pendidikan, memenuhi berbagai ketentuan regulasi, hingga menjaga keberlanjutan penyelenggaraan pendidikan merupakan pekerjaan besar yang memerlukan ketekunan dan komitmen. Setiap langkah kecil menjadi bagian dari proses panjang membangun institusi yang dipercaya masyarakat.

Namun justru dari keterbatasan itulah karakter universitas dibentuk. Setiap ruang kuliah yang mulai terisi, setiap program studi yang dibuka, setiap mahasiswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan, merupakan penanda bahwa cita-cita yang dahulu hanya berupa gagasan perlahan menemukan bentuknya.

Universitas mulai eksis bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi sebagai ruang bertumbuh bagi generasi muda yang ingin mengubah kehidupannya melalui ilmu pengetahuan.

Melihat kembali perjalanan tersebut dari jarak empat puluh lima tahun, kita menyadari bahwa keberhasilan terbesar para pendiri bukan semata-mata mendirikan sebuah universitas. Keberhasilan mereka adalah membangun sebuah institusi yang mampu bertahan, berkembang, dan terus menyesuaikan diri dengan perubahan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.

Itulah sebabnya, sejarah pendirian Universitas Dr. Soetomo sesungguhnya adalah sejarah tentang keberanian mengubah sebuah cita-cita menjadi kenyataan. Sebuah gagasan yang pada awalnya hanya hidup dalam keyakinan segelintir orang, kemudian tumbuh menjadi rumah bagi puluhan ribu mahasiswa dan alumni yang hari ini mengabdi di berbagai bidang kehidupan. (*)

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.