FILM Jawan yang dibintangi superstar Bollywood Shah Rukh Khan dan Nayanthara, meraih rekor bersejarah di industri film India. Film karya sutradara Atlee Kumar itu menarik perhatian juga karena monolog Shah Rukh Khan soal Pemilu khususnya terkait pentingnya memilih pemimpin untuk kemajuan bangsa dan negara.
Ismail Fahwi @ismailfahmi dalam postingannya di X/twitter menanyakan apa sudah ada yang membuat versi Indonesianya? Maksud pegiat media sosial ini, video monolog Shah Rukh Khan itu juga relevan dengan kondisi Indonesia yang akan menggelar Pemilu.
“Ada yang sudah bikin versi Indonesia belum? Bagus sekali ini, pesan dari Shah Rukh Khan. Beli beras aja biasanya kita banyak tanya kualitasnya, apakah ada kerikilnya, kutu, atau bau. Tapi pilih pemimpin yg akan mimpin 5 tahun, kok terima jadi tanpa berani bertanya,” katanya seperti dikutip Jumat (24/11/2023).
Saat berbicara di India Today Conclave Mumbai 2023 pada Kamis (5/10/2023), Atlee pun ditanya soal monolog Shah Rukh Khan soal pemilu yang viral dari film Jawan tersebut.
Seorang peserta acara India Today Conclave Mumbai 2023, bertanya apakah monolog SRK itu merupakan suatu bentuk anti-kemapanan?
Ada yang sudah bikin versi Indonesia belum? Bagus sekali ini, pesan dari Shah Rukh Khan.
— Ismail Fahmi (@ismailfahmi) November 23, 2023
Beli beras aja biasanya kita banyak tanya kualitasnya, apakah ada kerikilnya, kutu, atau bau.
Tapi pilih pemimpin yg akan mimpin 5 tahun, kok terima jadi tanpa berani bertanya. pic.twitter.com/Vkz8nQn5hZ
Diketahui, dalam film Jawan, Shah Rukh Khan sebagai tokoh utama juag melakukan monolog beberapa isu penting seperti kasus bunuh diri petani dan sistem perawatan kesehatan.
Salah satu monolognya yang viral, karakter Shah Rukh Khan, Azad, menyoroti betapa pentingnya untuk bertanya sebelum memilih dalam pemilihan umum.
“Tidak (ini bukan anti-kemapanan), saya hanya berbicara tentang emosi saya. Saya adalah orang awam. Saya juga merupakan bagian dari masyarakat. Saya hanya berbicara tentang emosi saya dan film ini. Anda dapat menerimanya dengan cara apapun yang Anda inginkan. Ini adalah suara penonton yang umum. Ini adalah suara dari emosi orang India. Saya tidak menentukan apapun tetapi saya berbicara tentang isu-isu nyata. Seseorang harus tahu siapa yang harus dipilih dan bagaimana cara memilih dan membaca buku panduan. Saya hanya menjelaskan apa itu tanggung jawab. Dialog ini harus terhubung dengan audiens dengan cara yang benar. Jika seorang pelatih mengajari seorang muridnya cara mencetak gol, itu bukan untuk pertandingan, itu untuk seumur hidup. Jadi saya akan mengatakan, sebuah pesan untuk seumur hidup,” beber Atlee seperti dikutip dari hindustantimes.com dan ANtvKlik.
“Saya juga merupakan bagian dari pers, media. Jadi saya harus membuat hiburan dengan tanggung jawab. Jika hanya sekedar hiburan, saya merasa bahwa saya tidak melakukan pekerjaan saya. Saya hanya mendapatkan emosi yang sebenarnya – apa yang sedang terjadi dan apa yang kita lakukan sebagai masyarakat untuk melawannya. Saya tidak menentukan apapun tetapi saya berbicara tentang isu-isu nyata. Kita harus tahu siapa yang harus dipilih dan bagaimana cara memilih serta membaca buku panduan. Saya hanya menjelaskan apa itu tanggung jawab,” tambahnya.
Ditulis dan disutradarai oleh Atlee, Jawan diproduseri oleh Gauri Khan dan Gaurav Verma di bawah naungan Red Chillies Entertainment. Film ini, yang dirilis pada tanggal 7 September, dibintangi oleh Shah Rukh Khan dalam peran ganda sebagai ayah (Vikram Rathore) dan anak (Azad), yang bekerja sama untuk memerangi korupsi.
Nayanthara dan Vijay Sethupathi juga membintangi peran utama bersama Shah Rukh. Aktor Deepika Padukone terlihat dalam sebuah penampilan tamu dalam film aksi ini.
Jawan tidak terbendung di box office, menghasilkan lebih dari ₹615.7 crore (setara Rp1,268 triliun) nett, dalam semua bahasa di India. (nas)














