PAMEKASAN|DutaIndonesia.com – Selain akan tampil di enam daerah di Indonesia dalam ajang Gebyar Batik Pamekasan, batik dari daerah Gerbang Salam juga mencari terobosan memasarkan batik Pamekasan menembus pasar global. Untuk itu Bupati Pamekasan Baddrut Tamam antara lain menggandeng Founder dan Producer New York Indonesia Fashion Week, Vanny Tousignant. New York Indonesia Fashion Week tahun ini akan digelar pada 11 Februari 2022.
Salah seorang perajin batik di Desa Toket, Pamekasan, Marjennatul A’la, mengaku senang Pemkab gencar mempromosikan batik Pamekasan. Termasuk di ajang NYIFW 2022.
“Sangat senang sekali sekaligus bangga atas apresiasinya Mbak Vanny dan juga Pemda, terhadap batik Pamekasan, khususnya batik Toket. Semoga baik untuk semua kalangan tidak untuk pembatik Toket saja tapi juga perajin-perajin batik di Pamekasan dan seluruh nusantara. Untuk desa Toket sendiri semoga semakin maju dan ada perkembangan dari diikutkannya dalam acara di New York Indonesia Fashion Week nanti, dan dapat dikenal seperti desa-desa yang lain, yang jadi sentra batik. Seperti yang sudah dikenal dunia luar,” kata seorang pembatik, Marjennatul A’la, kepada DutaIndonesia.com Jumat 14 Januari 2022.
Berita Terkait: Intensifkan Promosi, Gebyar Batik Pamekasan Digelar di 6 Daerah
Perajin batik asal Dusun Canga’, Desa Toket, Kac. Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, ini sangat bangga karya batiknya telah dibeli oleh Vanny Tousignant. Desainer ini seorang diaspora yang sudah tinggal di Amerika selama 30 tahun sekaligus founder dan produser New York Indonesia Fashion Week (NYIFW).
Batik Pamekasan akan tampil di ajang NYIFW 2022. Untuk itu Bupati Pamekasan sudah komunikasi via zoom meeting dengan Vanny beberapa waktu lalu. Acara itu juga diikuti seorang designer nasional, dosen yang juga pengamat perbatikan asal Pamekasan, Embran Nawawi. Juga hadir mengikuti acara tersebut sejumlah pengrajin dan pengusaha batik di Pamekasan.
Bupati Baddrut Tamam mengungkapkan Pemkab Pamekasan menginginkan untuk bisa tampil pada ajang New York Indonesia Fashion Week di Amerika Serikat pada Februari tahun 2022 mendatang. Untuk mematangkan konsep menyongsong ajang bergengsi tersebut Pemkab Pamekasan tengah melakukan berbagai persiapan.
Sementara itu perajin batik asal Kediri, Titin Suhartini Sukardi, juga ingin mempromosikan batik di daerahnya ke Amerika. Untuk itu dia pun ingin bekerja sama dengan Vanny Tousignant.
Titin mengaku sudah menghubungi Vanny via media sosial. Dia pun sekarang tengah melakukan persiapan yang mungkin dibutuhkan agar bisa diterima oleh pihak NYIFW.
“Sangat ingin promosikan batik Kediri ke Amerika. Tapi saya bersyukur bila nanti batik kami dibeli Mbak Vanny, seperti yang sudah dialami pembatik Pamekasan,” katanya.
Namun Titin menyebut batik karyanya sebagai batik Jawa. Bukan spesifik batik Kediri.
“Soalnya kalo batik Kediri itu belum banyak motifnya. Kita masih berpatron pada Jawa Tengah,” katanya. (gas)















